Rumah tangga Venna Melinda dan Ferry Irawan selalu ditampilkan baik-baik saja di media sosial. Pasangan ini bahkan dikenal bucin satu sama lain, dan kerap memamerkan kemesraan.
Tapi siapa sangka, di balik sikap mesra yang dipamerkan, ternyata Ferry Irawan memiliki sifat buruk yang berujung pada kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap Venna Melinda.
Publik dibuat terkejut ketika beredar berita bahwa Venna Melinda melaporkan kasus KDRT terhadap dirinya yang dilakukan oleh sang suami.
Kasus KDRT itu sendiri terjadi pada Minggu (8/1/2023) di salah satu hotel di Kediri, Jawa Timur.
Setelah kasus KDRT tersebut ramai diberitakan, muncul potongan video wawancara mantan istri Ferry Irawan, Anggia Novita, dengan Maia Estianty.
Dikutip dari akun Instagram @lambe_danu_official99, Selasa (10/1/2023), sang mantan istri pun membeberkan daftar kelakukan buruk Ferry Irawan.
Salah satunya adalah kerap membanting pintu saat marah, dan kemudian menonjok pintu tersebut.
Tak hanya itu, mantan istri juga menyebut bahwa Ferry Irawan sering mengancam akan bunuh diri ketika sedang bertengkar dengannya.
"Kalau saya bilang, 'Udah kamu pergi dari sini', karena saya menikah secara agama ya. Ya sudahlah, saya pikir. Saya bilang, 'Kalau kamu nggak cinta, kamu pergi aja, nggak apa-apa.' Dia nangis. 'Kamu ngusir saya, kamu tega.' Dia mau bunuh diri, dia pergi ke dekat jendela kamar," kata Anggia Novita menirukan perkataan Ferry Irawan.
Baca Juga: Puluhan Rumah di Tanimbar Rusak Parah Usai Gempa M 7,5
Tak hanya mengancam akan bunuh diri, Ferry Irawan ternyata juga pernah mengajak mantan istrinya itu untuk bunuh diri bersama.
"Ada sih, dia kan punya bazooka seuss's army gitu kan pernah ditaruh di leher saya, 'Kita mati bareng sekarang yaa' gitu," lanjut Anggia.
Mendengar kelakuan buruk Ferry Irawan tersebut, warganet pun ramai-ramai memberikan komentarnya.
"Bocil yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa si F ini. Ngamuk marah-marah, abis itu nangis-nangis misuh mohon-mohon jangan ditinggalin. Hedehh," tulis warganet.
"Mokondo kalo mau ditinggalkan kenapa cenderung mohon-mohon ingin tetap bersama ya, pake drama pula biar pasangannya luluh, pasti alasannya khilaf. Tapi yakin tuh bisa berubah? Namanya saja karakter," balas warganet yang lain.
"Kenal orang yang punya tabiat persis kayak Ferry. Emang ga ada obat orang kayak gitu," timpal warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Anime Kaiju No. 8: Narumi's Week at Work Umumkan Tayang Musim Gugur 2026
-
Terpopuler: Harga HP Terbaru di 2026, 5 HP Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan
-
Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Beragama Redam Ego demi Perdamaian Dunia
-
Rodri Kejar Gelar yang Belum Dimiliki, Piala Dunia 2026 Bersama Timnas Spanyol
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa