Seakan tak cukup foto dengan pose mengacungkan jari tengah di depan pura, kini Faras Sayidi kembali menuai kemarahan publik dengan menyebut salah satu dewa umat Hindu sebagai iblis.
Bukti video ucapan Faras Sayidi itu diunggah oleh selebgram Yolo Ine di Instagram pada Rabu (22/2/2023). Awalnya, ia mengejek desainer Niluh Djelatik, yang baru saja berdebat langsung dengannya soal foto jari tengah di depan pura.
Namun, dalam ejekan yang dilontarkan Faras terhadap Niluh Djelantik itu, dirinya malah menyinggung nama dewa umat Hindu.
"Ya gua tinggal aja pergi. Soalnya apa? Takut ketularan. Takut keltularan jadi Hanoman mukanya. Enggak mau. Masak bidadari surga harus sama sama iblis Hanoman? Ih enggak banget deh. Dasar Hanoman Djelantik," ucapnya dalam video live itu.
Yolo Ine pun membalas ucapan Faras lewat caption unggahannya di Instagram. Dirinya menyebut Faras telah melakukan penistaan agama karena mengucapkan hinaan terhadap Dewa Hanoman.
"Hanoman itu Dewa bukan iblis! Sebelumnya mohon maaf klo teteh sy idiot, maklum... krna waktu kecil sukanya minum oli samping, bukan susu... ini bukan soal penghinaan terhadap personal mbok @niluhdjelantik lagi, Tp ini sdh melebar ke ranah penistaan agama. Semeton Bali silahkan nilai sendiri. Astungkara Tuhan tdk murka pada sepasang ya'juj & ma'juj ini.
Mohon maaf sy izin tag semua handai taulan wilayah Bali agar semua waspada dngn kedua orng bermasalah ini. Semoga kali ini bs diambil tindakan," tulisnya.
Unggahan video Yolo Ine itu lalu diunggah ulang Niluh Djelantik pada Jumat (24/2/2023). Ia mengindikasikan bahwa Faras terancam ditahan di sel.
"Bidadari cantik dari surga ditunggu ya jadwal fitting baju orennya, @ubudgoodtravel tolong bantu jemput pas jadwal check in di hotel prodeo, bisa ?" ungkap Niluh Djelantik.
Sebelumnya, Faras Sayidi berfoto di depan pura kawasan Bali sambil mengacungkan kedua jari tengah.
"Pura keren nan cantik ini terkenal sebagai Pura terbaik no 2 di Pulau Bali," tulis Faras Sayidi di Facebook pada 11 Februari 2023.
Unggahan ini lantas membuat Niluh Djelantik murka. Adu mulut dengan Faras Sayidi pun terjadi di tayangan live Instagram yang disiarkan sang desainer.
Faras Sayidi tetap tak mau mengaku salah atas perbuatannya, sehingga ia dan Niluh Djelantik saling berteriak, bahkan Niluh Djelantik sampai memukul meja untuk memberi peringatan pada Faras.
"Saya ingatkan kamu supaya tidak keliru, punya otak," ucap Niluh Djelantik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rambut Siswi Berhijab Dipotong Paksa, Dedi Mulyadi Cecar Guru SMKN 2 Garut: Masalahnya Apa?
-
Smart Band untuk Apa? Kenali Fungsi dan Perbedaannya dengan Smartwatch
-
Apakah 15 Mei 2026 Cuti Bersama? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
-
Real Madrid Buka Investigasi Resmi Buntut Keributan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN
-
Saat Rupiah Melemah, Apakah Side Hustle Jadi Jawaban Keresahan Finansial?
-
Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak