/
Rabu, 01 Maret 2023 | 14:52 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut saat menjenguk David, korban penganiayaan oleh MarioDandySatriyo [Twitter @YaqutCQoumas]

Tim dokter Rumah Sakit (RS) Mayapada baru saja melangsungkan konferensi pers terkait perkembangan kondisi David Latumahina alias David, pada Selasa (28/2/2023).

Dikatakan, remaja berusia 17 tahun yang dianiaya oleh Mario Dandy Satrio (20) anak eks pejabat pajak itu tak lagi dalam kondisi koma. 

David sebelumnya disebut mengalami trauma di kepala atau anomia setelah dipukul bertubi-tubi oleh Mario di bagian kepala dan leher hingga tak sadarkan diri.

Dokter spesialis bedah saraf RS Mayapada, dr. Gibran Aditiara Wibawa, Sp. BS mengatakan bahwa kondisi kesehatan David sudah jauh membaik di hari ke lima berada di ICU.

“Awalnya ketika datang ke sini memang masih dalam keadaan koma, tapi saat ini sangat improve dan sudah keluar dari posisi koma," ujar Gibran, dikutip dari YouTube Gerakan Pemuda Ansor, Selasa (28/2/2023).

Menyikapi kabar yang beredar bahwa David kemungkinan terkena Diffuse Axonal Injury (DAI), konsultan perawatan intensif dr Franz JV Pangalila menepis dugaan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Franz menekankan bukan perkara mudah untuk mendiagnosis seorang pasien mengalami DAI.

"Kami yang melihat hari ke hari, dari detik ke detik, jadi ini (isu DAI) itu bisa misleading. Mereka mungkin ahli tapi mereka tidak melihat pasien jadi percaya saja pada kita yang tim resmi yang merawat itu persoalannya," imbuhnya.

Lebih lanjut, Franz mengatakan perlu ada diagnosis mendalam untuk memastikan apakah David mengalami DAI. Sebab semua itu tergantung respons David.

Baca Juga: Konsisten Jalankan Transformasi dan Inovasi, Pegadaian Sukses Raih TOP Digital PR Award

"Itu ada kriteria, dan tidak gampang menyebut langsung DAI, itu terlalu teledor kalau ngomong DAI, dasarnya apa?" tegas Franz. 

Untuk kerusakan apa saja yang terjadi, Franz tegas mengatakan tim dokter belum bisa menjelaskan secara detail, karena masih dalam perkembangan.

"Trauma kepala, tapi apa itu yang menjadi masalah di dalamnya itu kita belum bisa, karena ini masih bisa berkembang, itu kita harus hari-hati di situ," terang Franz.
 
"Yang penting hasilnya untuk saat ini pada detik ini mengatakan keadaannya cukup stabil," tegasnya.

Load More