Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akhirnya mengetahui seorang guru yang mengomentarinya di media sosial diberhentikan dari sekolah tempat ia bekerja.
Namun, Ridwan menyanyangkan langkah yang diambil pihak sekolah, sebaiknya guru di Cirebon tersebut tak usah dipecat. Menurutnya sebagai pejabat ia sudah terbiasa dikritik.
"Seorang pemimpin tak boleh anti kritik, ada yang kasar di media sosial, tugas saya memang mengingatkan, apalagi kalau profesinya guru, karena akan dilihat oleh muridnya," ujar Ridwan dalam satu video.
Ridwan Kamil meminta dua yayasan yang menaungi SMK Mambaul Ulum dan SMK Tekom yang menaungi guru tersebut untuk menarik kembali surat pemecatan Sabil.
"saya sudah menelpon, surat pemberhentiannya ditarik saja," ujar Ridwan.
Menurutnya langkah yang diambil untuk guru tersebut cukup diingatkan saja.
Netizen pun berbondong-bondong mengomentari postingan video klarifikasi Ridwan Kami yang diunggah ulang akun Instagram @majeliskopi08.
"Saya dukung pak RK,seorang pengajar seharusnya tata bahasa lebih baik/halus/sopan sih terhadap yg lebih tua dan pemimpin," tulis netizen.
Sementara netizen lain menyebut kritikan tersebut sebagai hal yang biasa.
Baca Juga: Komisi II Dukung KPU Tempuh Banding atas Putusan PN Jakpus
"Selagi masih pakai bahasa manusia! Kenapa harus dipermasalahkan?"
Untuk diketahui seorang guru dari SMK di Cirebon dipecat dari sekolahnya karena melontarkan komentar yang berisikan kritikan dalam postingan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026