/
Minggu, 07 Mei 2023 | 09:27 WIB
Cek Fakta: Andi Pangerang Dibayar Istana untuk Lakukan Ancaman, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Andi Pangerang anggota BRIN yang melakukan pengancaman terhadap warga Muhammadiyah dibayar oleh Istana.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 336 ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 5 Mei 2023.

"BUKTI BARU UANG DARI ISTANA UNTUK ANDI PANGERANG LAKUKAN ANCAMAN" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Minggu (7/5/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa foto yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"FAKTA BARU ANDI PANGERANG DI BAYAR ISTANA
BENAR-BENAR TAK TERDUGA ISTANA MENYURUH LAKUKAN ANCAMAN"

Namun begitu, apakah benar Andi Pangerang dibayar Istana untuk melakukan ancaman?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait narasi Andi Pangerang yang dibayar Istana untuk melakukan ancamans.

Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Andi Pangerang dibayar Istana untuk melakukan ancaman.

Baca Juga: Inara Rusli Tetap Pertahankan Rumah Tangga Meski Diselingkuhi Virgoun, Kenapa Masih Mau?

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada berita kredibel yang menyatakan Andi Pangerang dibayar Istana untuk melakukan ancaman.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim dengan narasi Andi Pangerang dibayar Istana untuk melakukan ancaman merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More