Beredar di media sosial, video dengan klaim Kapolri mengamuk usai menerima hasil visum Habib Bahar bin Smith yang ternyata palsu. Informasi tersebut diunggah oleh akun Youtube Portal Jurnalis.
Dalam video tersebut tertulis judul di thumbnail 'Kapolri Langsung Ngamuk Usai Terima Hasil Visum Bahar Bin Smith Ternyata Palsu.
Melalui video thumbnail, ditampilkan foto Habib Bahar yang tengah terbaring dan disandingkan dengan foto Kapolri Jenderal Polisi Listyo Prabowo dan personel aparat kepolisian,
Sedangkan di keterangan video Youtube tertulis judul 'GEGERKAN PUBLIK ! Merasa Dibohongi, Polri Mengamuk Ternyata Hasil Visum Habib Bahar Palsu.
Di awal video, narator menyebut bahwa Polri bertindak tegas usai menerima hasil visum Habib Bahar.
"Polri akhirnya bertindak tegas setelah menerima visum dari Habib Bahar Bin Smith. Seperti yang diketahui Habib Bahar Bin Smith melaporkan terkena tembakan pada Jumat malam, namun belum diketahui siapa sosok penembakan tersebut," kata narator video yang dikutip Mamagini.Suara.com dari Youtube Portal Jurnalis, Kamis (25/5/2023).
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran dengan melihat secara lengkap video tersebut 2 menit 54 detik tidak ditemukan video atau foto atau bukti valid dari klaim Kapolri mengamuk usai menerima hasil visum Habib Bahar bin Smith yang ternyata palsu.
Narator tersebut hanya menjelaskan bahwa hasil visum sudah diambil oleh pihak kepolisian dan belum disampaikan ke media. Faktanya tak ada pernyataan atau respon Kapolri Jenderal Listyo yang mengamuk usai melihat hasil visum Habib Bahar yang ternyata palsu. Sebab polisi hingga kini masih mendalami hasil visum Habib Bahar.
Baca Juga: Fakta-Fakta Terbaru Tenri Anisa, Terduga Orang Ketiga Rumah Tangga Virgoun dan Inara Rusli
Video tersebut juga tidak terdapat kesesuaian antara judul dan thumbnail video yang diunggah dengan isinya. Foto yang digunakan di thumbnail video pun juga merupakan hasil rekayasa.
Sehingga klaim Kapolri mengamuk usai menerima hasil visum Habib Bahar bin Smith yang ternyata palsu adalah klaim yang salah.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, klaim Kapolri ngamuk usai menerima hasil visum Habib Bahar bin Smith yang ternyata palsu adalah hoaks atau tidak benar. Narasi tersebut masuk ke dalam kategori konten menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Istri yang Dibakar Suami di Paluta Meninggal Dunia
-
Kekuatan Tersembunyi Mahalini Jelang Konser: Rahasia Dukungan 2 Keluarga yang Tak Terbatas
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Perang Melawan Scam: AI Indosat Hadang 2 Miliar Ancaman Digital dalam 6 Bulan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Aksi Pinkan Mambo Nyanyi dan Joget di Pinggir Jalan Tuai Kritik: Bikin Macet!
-
Tegas Lawan Pelecehan Daring, Agensi Hyeri Pastikan Proses Hukum Berjalan
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Pandji Pragiwaksono Diperiksa 8 Jam, Diperlihatkan Penyidik Potongan Mens Rea Hasil Bajakan