Sidang perdana Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas digelar hari ini, Selasa (6/6/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Seperti sidang pada umumnya, jaksa penuntut umum akan membacakan dakwaan untuk kedua tersangka kasus penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora itu. Persidangan dimulai pada pukul 11.00 WIB.
Mario Dandy dan Shane Lukas tiba di PN Jaksel sekitar pukul 10.15 WIB. Keduanya diketahui diantar dengan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Terlihat mereka berdua memakai kemeja putih seperti yang dipakai terdakwa kasus pidana dalam sidang pada umumnya.
Mereka juga mengenakan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah bertuliskan nomor 34 dan 46.
Perbedaan gestur tubuh keduanya saat masuk ke masuk ke gedung PN Jaksel pun menjadi sorotan.
Shane Lukas yang berjalan dan masuk lebih dulu terlihat menghindari sorot kamera wartawan. Ia terus menundukkan kepala di sepanjang jalan menuju ruang tunggu sidang.
Berbeda dari Shane Lukas, Mario Dandy yang berada di sebelahnya tampak lebih tenang. Ia berjalan seperti biasa dengan kepala tegak menghadapi sorot kamera.
Tapi ekspresi keduanya tidak jelas terbaca karena memakai masker. Tapi yang terlihat jelas, Mario Dandy dan Shane Lukas memiliki gaya rambut baru dengan potongan cepak.
Baca Juga: Realisasi Pendapatan Daerah Pemprov Jatim Tembus hingga 107,92%
Sebagai informasi, Mario (20) dan Shane (19) merupakan dua terdakwa penganiayaan terhadap David Ozora (17). Penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (20/2/2023). Kasus ini juga melibatkan anak AG (15), sebagai anak yang berkonflik dengan hukum (ABH).
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan