Beredar kabar yang menarasikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menetapkan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya atau Habib Luthfi sebagai Cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 816 ribu pengikut bernama POLITIK NUSANTARA melalui sebuah video yang diunggah pada 19 Juni 2023.
"GEMPAR !! HABIB LUTFI AKHIRNYA DI TETAPKAN DAMPINGI GANJAR..KEPUTUSAN JOKOWI BIKIN KADRUN KEPANASAN" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Selasa (20/6/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar thumbnail yang telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"KEPUTUSAN JOKOWI FINAL
HABIB LUTFI AKHIRNYA DI TETAPKAN SEBAGAI PENDAMPING GANJAR..KADRUN KEPANASAN"
Namun begitu, apakah benar Habib Luthfi akan menjadi Cawapres mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait penetapan Habib Luthfi sebagai Cawapres Ganjar.
Video tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Jokowi menetapkan Habib Luthfi menjadi Cawapres Ganjar.
Baca Juga: Mangli Sky View, Destinasi Wisata dengan Panorama Alam Indah di Magelang
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan Cawapres yang akan mendampingi Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 telah ditetapkan.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'KEPUTUSAN JOKOWI FINAL. HABIB LUTFI AKHIRNYA DI TETAPKAN SEBAGAI PENDAMPING GANJAR' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Suami Puan Maharani Sebut 3 Tokoh Besar Istana Dalang Kasus Korupsi BTS 4G
-
Musni Umar Sebut Pertemuan Puan dan AHY Hanya Gimik: Ingin Membuat Koalisi Perubahan Tidak Nyaman
-
Anies Baswedan Berangkat Haji, NasDem: Jangan Paksa-paksi Umumkan Nama Cawapres
-
Cek Fakta: Deklarasi Anies Baswedan-Yenny Wahid Dihadiri Para Ulama dan Tokoh NU
-
Cek Fakta: Live Siang Ini, Pelaksanaan Eksekusi Mati Ferdy Sambo di Nusakambangan
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Jawa Tengah Berpotensi Diguyur Hujan Ringan: BMKG Ingatkan Masyarakat Tetap Waspadai Cuaca Ekstrem
-
Sinyal Damai Tak Jelas, Wall Street Langsung Anjlok 2%
-
Indonesia Tak Masuk Daftar, Begini Cara Militer Iran Seleksi Kapal yang Boleh Lewati Selat Hormuz
-
Kunjungan Melonjak 5,25 Persen! Revolusi Wisata di Jawa Tengah, Urban dan Instagramable Jadi Magnet
-
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
-
Ekonomi Syariah RI Melesat, Aset Permata Bank Tembus Rp10.257 Triliun
-
AS Ditinggal Sekutu, Jerman Sebut Agresi Militer Amerika Serikat ke Iran Ilegal
-
IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak
-
Beda Nasib Indonesia dan Malaysia di Selat Hormuz, Kenapa Pemerintah Tak Mampu Lobi Iran?
-
Kala Prabowo Temui Rakyat di Permukiman Kumuh Bantaran Rel Senen