Kuliah Kerja Nyata (KKN) kerap dilakukan para mahasiswa di perguruan tinggi ketika mendekati akhir semester. Kegiatan yang dianggap sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat ini biasanya dilakukan di daerah setingkat desa, sehingga mahasiswa diharapkan dapat berbaur dengan kehidupan warga setempat.
Namun, rupanya tak semua mahasiswa mampu berbaur dengan baik ataupun menerima minimnya fasilitas di lokasi KKN. Baru-baru ini, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), diusir dari lokasi KKN oleh warga setempat.
Permasalahan diawali dengan konten sindiran soal fasilitas di lokasi KKN, yang kemudian diunggah mahasiswa tersebut di media sosial. Para peserta KKN yang didominasi perempuan itu menyindir fasilitas yang mereka dapatkan dalam melakukan kegiatan wajib tersebut.
“Kalian libur semester? Mana maen. KKN-lah. KKN kalian di mana? Tanahdatar, Limapuluh Kota? Bungus-lah. Air gak ada, mandi di musala. Diusir? Ngontrak bayar pula,” ucap sejumlah perempuan yang berjumlah sembilan orang dalam potongan video yang dikutip dari akun Instagram @dut_gibah.
Buntut dari video tersebut, warga setempat pun tidak terima, dan kemudian mengusir sejumlah mahasiswa tersebut dari lokasi KKN di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.
Dalam video lainnya, terlihat seorang tokoh masyarakat yang mengumpulkan sejumlah mahasiswa KKN di sebuah ruang pertemuan.
“Adik-adik dianggap tidak ada membawa perubahan, sampai nanti ada penyelesaiannya oleh dosen pembimbingnya kepada kami, kepada Bapak Camat dan Lurah. Jadi itu keputusannya, karena untuk mengingat keamanan adik-adik juga di lingkungan, karena pasti ada warga yang membaca (melihat postingan) itu, karena ini bukan masalah adik-adik dengan pemerintah,” ucap tokoh masyarakat tersebut.
Video mahasiswa tersebut pun menjadi viral dan langsung mendapat komentar julid dari para warganet.
"Ini KKN, dek, bukan lagi liburan," kata salah satu warganet.
"Suruh KKN di desa penari, biar mereka happy," kata yang lain.
Baca Juga: Kondisi Ekonomi Rendy Kjaernett Pas-pasan, dr Richard Lee Bingung: Kok Berani Selingkuh
"Sebagai tamu itu setidaknya sopan, apalagi mahasiswa," komentar yang lainnya.
"Rumah bayar, ya iyalah coy, kan warga gak memfasilitasi rumah. Yang butuh dan mau KKN kan kalian, bukan warganya," kata warganet kesal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim