/
Senin, 26 Juni 2023 | 15:25 WIB
Denny Siregar (Suara.com)

Pegiat media sosial Denny Siregar diduga sentil Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Dalam cuitannya ia menyebut bila Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sengaja menempel pada Jokowi untuk mendapat dukungan jelang pencalonan presiden 2024.

Denny Siregar pun menyinggung pilpres 2019 tatkala Prabowo dan Habib Rizieq Shihab terlihat cukup dekat.

Kala itu Prabowo dan Jokowi merupakan rival dalam pilpres 2019.

Menurut Denny, ada persamaan antara tindakan Prabowo di 2019 yang mendekati Rizieq dengan tindakan saat ini mendekati Jokowi.

Denny menduga bila cara tersebut dilakukan supaya Prabowo mendapat dukungan massa dari sosok yang dianggap berpengaruh.

"Dulu nempel Rizieq supaya dapat dukungan 212. Sekarang nempel Jokowi supaya dapet dukungan pendukungnya," cuit Denny Siregar.

Masih dalam cuitan yang sama, Denny juga menuding bila Prabowo tidak cakap dalam bekerja sehingga mendompleng Jokowi.

"Kerjaan kok nempel mulu, apa krn ga bisa kerja?" pungkasnya disertai emotikon tertawa.

Baca Juga: 'Sedikit Lebih Baik', Perbedaan Kapal Selam Ekspedisi Titanic Deepsea Challenger vs OceanGate

Sontak saja cuitan ini ramai dikomentari warganet. 

"Ini orang kerjanya mencela orang lain aja... kenapa ga jadinorang baik saja.. atau paling tdk diem drpd ngoceh yg buruk," komentar seorang warganet.

"Maklum kembaran prangko bisanya nempel doang ahahahaaayyy," sahut warganet lain.

Sementara itu jelang pencalonan presiden 2024, Denny Siregar nampaknya berada di pihak Ganjar Pranowo dilihat dari cuitannya di akun twitter pribadinya.

Terkait dengan tudingan Ganjar yang menempel pada Jokowi, Denny Siregar berkilah bila Gubernur Jawa Tengah tersebut sedang bekerja sebagai pekerja di kelompok masyarakat bawah.

"Kalo Ganjar berusaaha bantu selesaikan masalah di Jakarta ketika dia sedang di Jakarta, itu berarti intuisi dia sebagai pekerja di kelompok masyarakat bawah sedang bekerja. Kerjaannya bukan cuman nempel Jokowi doang terus bilang dia sedang bekerja," cuitnya lagi.

Load More