/
Selasa, 27 Juni 2023 | 16:52 WIB
Ganjar Pranowo [Youtube]

Dalam upayanya mendekatkan diri kepada masyarakat, baru-baru ini, Ganjar Pranowo melakukan blusukan ke Jakarta.

Ganjar Pranowo mendatangi beberapa pasar yang ada di Jakarta, di antaranya Pasar Warakas dan Pasar Anyar Bahari di Jakarta Utara. 

Ketika berkunjung ke Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ganjar Pranowo menerima keluhan dari salah satu pedagang soal tingginya biaya retribusi.

Menyikapi hal tersebut, Ganjar Pranowo pun langsung menelepon orang nomor satu di DKI Jakarta, yaitu Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan meneruskan keluhan pedagang tersebut. 

Namun, langkah yang dilakukan Ganjar Pranowo tersebut malah dikritik oleh PKS, parpol yang mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik Zoelkifli, menyebut bahwa Ganjar tak punya wewenang mengurus persoalan Jakarta. 

Seorang pegiat media sosial yang sekaligus loyalis Anies Baswedan, Eko Widodo, juga menyuarakan ketidaksetujuannya pada aksi Ganjar Pranowo yang melakukan blusukan ke DKI Jakarta.

Melalui akun Twitter pribadi miliknya, Eko Widodo bahkan menyinggung bahwa Ganjar Pranowo tak memiliki rasa empati terhadap warga Jawa Tengah. Pasalnya, di saat yang sama, ada beberapa desa di Jawa Tengah yang tengah dilanda banjir rob.  

"Den Ganjar kok gak punya empati ya, warganya kebanjiran tapi dia sok jadi pahlawan di kampung orang. Silahkan rakyat menilai!," ujar Eko Widodo dalam akun Twitter @ekowboy2, Selasa (27/6/2023).

Menanggapi kritikan yang ditujukan kepada dirinya, Ganjar Pranowo mengaku heran. 

Baca Juga: Karir Nanindya Nataningrum, Jaksa yang Diduga Bujuk Korban Pemerkosaan Damai dengan Pelaku

"Karena kemarin saya datang ke salah satu pasar saya telepon Pak (Pj) Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal, terus di-upload, kok di-bully ya?" ujar Ganjar Pranowo.

Load More