/
Senin, 10 Juli 2023 | 19:56 WIB
Oscar Lawalata bersama Mario Lawalata dan ibunya (Instagram/@oscarlawalata)

Oscar Lawalata resmi mengubah identitasnya menjadi perempuan transgender. Namanya di berbagai dokumen negara pun telah berubah menjadi Asha Smara Darra

Kepada Andy F Noya dalam acara Kick Andy, desainer Indonesia itu mencurahkan perasaannya saat ini, sesudah dirinya resmi menjadi sosok perempuan di mata negara. 

Dikutip dari YouTube Metro TV, Asha mengaku bahwa dirinya saat ini menjadi lebih tenang. Hal ini karena ia bisa dengan lantang menyebut dirinya sebagai seorang perempuan. 

"Saya merasa lebih tenang, bisa dengan mudahnya mengatakan bahwa saya wanita, dan memang saya wanita secara keseluruhan," katanya. 

Dengan diakuinya dirinya sebagai perempuan, Asha juga mengaku tak ada lagi rasa marah terhadap sekitar yang selama ini memandang dirinya secara berbeda. 

"Tidak lagi ada rasa dendam ataupun rasa marah terhadap sekitar, lebih mudah untuk menetralisir perasaan-perasaan seperti itu, karena saya sudah menyatu dengan diri saya, dan melihat segala sesuatu itu bisa lebih positif, tidak lagi negatif," tambahnya. 

Asha mengakui bahwa dulu, sebelum ia melakukan operasi mengganti kelamin, ia sulit berdamai dengan dirinya sendiri. Dan hal itu pun membuat pemikirannya mulai ke arah yang gelap.  

"Karena di fase sebelum kita bisa mencapai damai dengan diri kita, itu banyak sekali pengaruh-pengaruh dalam alam pikir kita. Dan itu salah satu trigger saya juga, pemicu saya untuk melakukan operasi kelamin saya waktu itu. Selain saya punya janji sendiri terhadap Tuhan di umur 40 itu, tetapi saya melihat pemikiran saya sudah mulai mengarah ke arah yang gelap," kata kakak dari Mario Lawalata itu. 

Keinginan Asha ternyata sangatlah sederhana, bahwa ia ingin hidup dengan baik. Namun, diakuinya, pengaruh-pengaruh dari luar membuatnya sulit untuk bisa menjalani hidup seperti yang ia inginkan.

Baca Juga: Syahnaz Sadiqah Akhirnya Buka Suara Tentang Perselingkuhan! Netizen: Muka Tembok!

"Saya selalu punya tujuan untuk hidup yang baik, untuk berperilaku yang baik, tetapi dentuman-dentuman dari luar itu kan mempengaruhi juga rasa kita, jadi yang saya pendam selama 40 tahun itu ternyata memiliki efek-efek luka yang mempengaruhi hidup saya ke depan," pungkasnya.

Load More