PSSI telah menggelar pertemuan dengan 34 Asosiasi Provinsi yang ada di seluruh Indonesia.
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, turut hadir bersama dengan Zainudin Amali, Wakil Ketua Umum, dan Ratu Tisha. Selain itu, para anggota Komite Eksekutif dan Sekjen Yunus Nusi juga turut hadir, baik secara langsung di Hotel Sultan, Jakarta pada Selasa (15/8), maupun melalui pertemuan zoom.
Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir berbagi pesan yang telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo setelah pertemuan sebelumnya di Istana Bogor. Presiden meminta adanya revisi aturan terkait dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dapat dialokasikan untuk mendukung Liga 3. Ini bertujuan untuk meningkatkan mutu sepakbola Indonesia dari level tersebut.
"Kami merasa bersyukur, terima kasih kepada Presiden yang memimpin rapat transformasi sepakbola di Istana Bogor waktu itu. Presiden mendorong beberapa hal, yang pertama adalah meminta Mendagri merevisi aturan APBD agar dapat digunakan untuk Liga 3," ujar Erick Thohir dilansir dari situs resmi PSSI.
Erick Thohir juga mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi meminta Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, untuk mengalokasikan dana khusus mulai tahun depan. Dana tersebut akan difokuskan pada pembenahan lapangan di desa-desa.
"Bapak Presiden juga telah berbicara dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa mengenai alokasi dana untuk tahun depan, terkait bagaimana kita bisa mempermudah akses pembenahan lapangan sepak bola di desa-desa," kata Erick Thohir.
Selanjutnya, Erick Thohir mengungkapkan bahwa Presiden berharap program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dapat dimulai sejak usia 14 tahun. Hal ini akan bermanfaat bagi para atlet sepak bola.
"Yang ketiga, Kemenkeu bersama Menko PMK juga diminta untuk menyiapkan program beasiswa LPDP untuk atlet, yang dimulai sejak usia 14 tahun. Tentunya ini berkaitan dengan sepakbola. Dengan demikian, dana LPDP dapat digunakan untuk mendukung sepakbola," tegas Erick Thohir.
Poin keempat yang dibicarakan adalah kerjasama antara PSSI dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) untuk meningkatkan jumlah wasit dan pelatih sepak bola di Indonesia. Rencananya, wasit dan pelatih ini akan dipersiapkan dari kalangan guru olahraga di sekolah dengan memperhatikan strata masing-masing.
Baca Juga: Soal Capres-Cawapres 2024, Jokowi: Itu Bukan Wewenang Saya
"Keempat, kami akan berkoordinasi dengan Kemendiknas untuk menyusun program yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah wasit dan pelatih. Artinya, guru olahraga di Indonesia yang berminat untuk menjadi pelatih atau wasit sepak bola akan kami daftarkan dan diberikan pelatihan bersama FIFA," ujar Erick Thohir.
"Kami berharap jumlah wasit dan pelatih nasional akan lebih banyak daripada saat ini. Nantinya, guru-guru SD bisa memilih menjadi pelatih sepak bola untuk kategori SD atau yang lebih muda. Sementara guru sekolah yang ingin menjadi wasit di level SMA dapat mengambil peran dalam kategori remaja," tambah Erick Thohir.
"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Presiden karena niat baiknya terhadap sepak bola sangatlah jelas. Oleh karena itu, kami telah menyampaikan informasi ini kepada asosiasi provinsi bahwa rencana ini harus diimplementasikan," jelas Erick Thohir.
"Kami memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan sepak bola Indonesia," tutupnya.
Dalam workshop ini, PSSI dan para Asosiasi Provinsi juga membahas berbagai aspek seperti keorganisasian di tingkat provinsi, kompetisi, wasit, pelatih, pemain muda, dan lain-lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Pelangi di Mars Diserang Isu AI hingga Buzzer, PH Beri Klarifikasi Panjang
-
Polisi Bongkar Rumah Produksi Petasan Ilegal di Pamekasan, Ratusan Barang Bukti Disita
-
CEK FAKTA: Rudal Iran Serang Gedung Putih AS hingga Hancur, Benarkah?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba
-
Lebaran 2026, Warga Agam Lewati Material Bekas Banjir Bandang Demi Silaturahmi
-
Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Pelakor dan Dilabrak iIstri Sah
-
Apa Itu Syawalan? Tradisi setelah Lebaran yang Sarat Makna
-
Puncak Arus Balik Mudik Sebentar Lagi, Mending Berangkat Pagi atau Malam?
-
Rayakan Lebaran, Duta Sheila On7 Diserbu Fans Usai Salat Id