Bisnis / Keuangan
Kamis, 07 Mei 2026 | 14:09 WIB
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), mencatatkan performa gemilang pada pembukaan tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan. Foto ist.
Baca 10 detik
  • Laba bersih CBDK kuartal I-2026 melonjak 317% menjadi Rp542 miliar.
  • Penjualan kaveling komersial CBD PIK2 tumbuh 492%, jadi penopang utama.
  • CBDK fokus perkuat recurring income lewat proyek NICE dan Hotel Hilton.

Suara.com - Emiten pengembang kawasan properti, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), mencatatkan performa gemilang pada pembukaan tahun 2026. Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan, berkat optimalisasi monetisasi di kawasan bisnis CBD PIK2.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2026, CBDK mengantongi pendapatan sebesar Rp743 miliar. Angka ini melonjak 74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Lonjakan pendapatan tersebut berimbas manis pada laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp542 miliar, atau terbang 317 persen secara tahunan.

Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo mengungkapkan bahwa capaian positif ini merupakan bukti nyata dari keberhasilan strategi perseroan dalam mengembangkan kawasan CBD PIK2.

“Pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini menunjukkan bahwa strategi monetisasi kawasan bisnis yang kami bangun di CBD PIK2 terus menghasilkan momentum yang positif,” ujar Steven dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (7/5/2026).

Pendorong utama meroketnya pendapatan CBDK adalah segmen penyerahan kaveling tanah komersial yang tumbuh fantastis sebesar 492 persen (yoy). Steven menyebut, permintaan terhadap commercial land plot tetap kuat karena pelaku usaha memandang kawasan ini sangat strategis untuk ekspansi jangka panjang.

Selain kaveling tanah, pundi-pundi rupiah perseroan juga mengalir dari berbagai proyek komersial seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, hingga Rukan Asia Afrika. Tak hanya itu, sektor residensial melalui Rumah Milenial dan Permata Hijau Residence turut melengkapi ekosistem hunian di kawasan tersebut.

Hingga 31 Maret 2026, CBDK memiliki total aset mencapai Rp22,4 triliun. Dengan struktur permodalan yang konservatif, perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang luas untuk melanjutkan proyek-proyek strategis di atas land bank seluas 694 hektare.

Ke depan, CBDK mulai memacu sumber pendapatan berulang (recurring income). Pengoperasian Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta pembangunan Hotel Hilton PIK2 diharapkan menjadi motor baru bagi pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Wujudkan Hunian dan Kendaraan di BRI Expo 2026 Medan Goes to Royal Sumatra

“Fokus CBDK tidak hanya pada pertumbuhan penjualan, tetapi juga pada penguatan ekosistem kawasan serta pembangunan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan,” pungkas Steven.

Load More