Megawati Soekarnoputri mengkritik keras pembatalan hukuman mati Ferdy Sambo. Ia mengaku heran mengapa Mahkamah Agung (MA) menyunat hukuman untuk mantan Kadiv Propam tersebut.
"Hukum Indonesia ini hukum apa ya sekarang, saya bukan orang hukum lho, tapi kan saya bisa mikir. Sudah dua pengadilan, yang tingkat pertama hukuman mati, yang kedua hukuman mati, masuk ke MA. Eh, kok pengurangan hukuman?" kata Megawati ketika ditemui di The Tribata, Jakarta, Senin (21/8/2023).
Meski memberikan kritik keras, Megawati mengaku tetap menghormati putusan MA tersebut.
Menurut Megawati, Ferdy Sambo tak layak mendapat pengurangan hukuman lantaran dirinya merupakan seorang jenderal polisi yang membunuh anak buahnya sendiri.
"Saya sampai mikir begini, anak orang begini, meskipun dia prajurit atau apa itu, apa karena nilainya hanya prajurit?" kata Megawati.
Putri dari presiden pertama Republik Indonesia itu kemudian menekankan bahwa perwira TNI dan Polri bisa menjadi seorang jenderal karena pengorbanan para prajuritnya.
Kritik keras Megawati tersebut ditayangkan di salah satu akun Instagram, @ndorobei.official, dan langsung menuai komentar setuju dari warganet.
Meski begitu, sejumlah warganet juga merasa janggal karena baru kali ini mereka merasa setuju dengan pernyataan Megawati. Warganet pun ramai menduga bahwa pernyataan Megawati kali ini sarat nilai politis, lantaran diniatkan untuk mencari suara rakyat menjelang pemilu 2024.
"Saya dukung PDIP kalau begini, Bu. Hidup PDIP," kata warganet.
Baca Juga: Profil Danisa Chairiyah Mantan Istri Tengku Tezi yang Kini Sudah Menikah Lagi
"Baru kali ini setuju sama ibu ini," kata yang lain.
"Tanda-tanda mau deket pemilu," balas warganet yang lain.
"Nyari suara rakyat, pemilu depan mata, nih," timpal warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN