Beredar di media sosial kabar yang menyebutkan bahwa delapan partai berkoalisi mengusung bakal calon presiden (Capres) Anies Baswedan pada Pemilu 2024.
Disebutkan juga bahwa kabar tersebut membuat panik Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Adapun delapan partai politik itu, sebagaimana dikutip melalui Antara, meliputi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), NasDem, Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).
"MEGAWATI PANIK !! 8 PARTAI RESMIKAN MENANGKAN ANIES 2024....," demikian narasi yang tertera.
Konten yang berasal dari YouTube itu juga dilengkapi gambar yang memperlihatkan pertemuan delapan pejabat partai.
Para petinggi partai yang disebut mengukuhkan dukungan kepada Anies Baswedan itu, terlihat berdiri beriringan sambil bergandengan tangan.
Berdasarkan penelusuran Antara, foto delapan pejabat partai dalam unggahan video di YouTube itu tidak berhubungan dengan pemberian dukungan bagi bacalon presiden Anies Baswedan pada pesta demokrasi lima tahunan.
Adapun dokumentasi tersebut aslinya merupakan kejadian saat pimpinan partai itu sebenarnya menggelar pertemuan kesepakatan untuk menolak pemilu proporsional tertutup di Pemilu 2024.
Sementara itu, tidak ada pula narasi yang membenarkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati menjadi panik dengan adanya perkumpulan partai tersebut.
Baca Juga: Viral Berkat Joget Nungging, Fans Luar Negeri Juluki Syahiba Saufa sebagai 'Queen'
Sebagai informasi, hingga 23 Agustus, sudah ada tiga partai yang mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan pada Pemilu 2024, yakni PKS, NasDem, dan Partai Demokrat.
Hingga saat ini, belum ada penambahan atau pengurangan dukungan partai terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu hingga pekan keempat Agustus 2023.
Dapat disimpulkan bahwa narasi Megawati panik karena delapan partai menangkan Anies pada 2024 adalah hoaks.
Berita Terkait
-
Jokowi dan Megawati Tetapkan Duet Maut Ganjar-Gibran, Benarkah?
-
Tak Sepakat dengan Megawati yang Minta KPK Dibubarkan, ICW: Biang Keroknya Parpol, Bu!
-
Kritik Pernyataan Megawati soal KPK Dibubarkan, ICW: Mending Desak Tangkap Harun Masiku!
-
Kunjungi Omah Petroek di Sleman, Megawati Soekarnoputri dan Ganjar Pranowo Saksikan Pameran Bung Karno
-
Mobil Operasional PDIP Seruduk Tembok Kuburan, Warganet: Tanda-Tanda...
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Generasi Muda Makin Ramai Masuk Bisnis Waralaba, Mengapa Sektor F&B hingga Ritel Jadi Favorit?
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Lolos dari Lubang Jarum, Ekuador Tebas Jerman dan Melaju ke Babak 32 Besar
-
LPS Pastikan Keamanan Tabungan, Ratusan Juta Rekening Dijamin hingga Rp2 Miliar
-
Zulhas Respons Keluhan Mitra MBG, Janji Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Cinta untuk Perempuan yang Tidak Sempurna: Teman Teduh Memeluk Kerapuhan
-
Kurs Rupiah Hari Ini: Dolar AS Tembus Rp17.995, Pasar Waspadai Kebijakan The Fed
-
DSI Diminta Jadi Operator Bisnis, Bukan Regulator Baru