/
Selasa, 29 Agustus 2023 | 22:06 WIB
Capres Anies Baswedan (Suara.com/Fakhri)

Beredar kabar tidak benar yang menarasikan bahwa Anies Baswedan melaporkan Presiden Joko Widodo terkait penjegalan Pilpres 2024.

Narasi yang memuat unsur hoaks itu disebarkan oleh akun Youtube yang memiliki 12,8 ribu pengikut bernama RUANG POLITIK pada 29 Agustus 2023.

Dalam unggahannya, akun itu menggunakan judul sebagai berikut: "TEPAT MALAM INI !! ANIES AKHIRNYA LAPORKAN JOKOWI BUNTUT PENJEGALAN PILPRES DI 2024 !!"

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar hasil rekayasa sebagai thumbnail dengan narasi sebagai berikut:

"ANIES LAPORKAN JOKOWI BUNTUT PENJEGAL PILPRES PADA DIRINYA AKHIRNYA BERUJUNG BEGINI"

Thumbnail YouTube Memuat Narasi Hoaks

Thumbnail Youtube (Tangkapan layar Youtube/Ruang Politik) (sumber:)

Namun begitu, narasi unggahan tersebut mengandung informasi yang tidak benar.

Faktanya, tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa Anies Baswedan melaporkan Jokowi terkait penjegalan dirinya dalam Pilpres 2024.

Selain itu, tidak ada pula bukti yang menyatakan bahwa Jokowi melakukan penjegalan terhadap Anies Baswedan sebagai Bacapres dalam Pilpres 2024.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'ANIES AKHIRNYA LAPORKAN JOKOWI BUNTUT PENJEGALAN PILPRES DI 2024' merupakan klaim yang salah.

Baca Juga: 3 Oknum Paspampres Resmi Dihukum Mati, Benarkah?

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More