Beredar kabar tidak benar yang menarasikan bahwa terdapat tiga oknum Paspampres yang resmi dihukum mati.
Narasi yang memuat unsur hoaks itu disebarkan oleh akun Youtube yang memiliki 270 ribu pengikut bernama Zara Entertainment pada 29 Agustus 2023.
Dalam unggahannya, akun itu menggunakan judul sebagai berikut: "PANGLIMA TNI MURKA3 OKNUM PASPAMPRES RESMI DIHUKUM MATI"
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar hasil rekayasa sebagai thumbnail.
Namun begitu, narasi unggahan tersebut mengandung informasi yang tidak benar.
Faktanya, tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa terdapat tiga oknum Paspampres yang resmi dihukum mati.
Selain itu, tidak ada pula bukti bahwa terdapat tiga Paspampres yang resmi mendapatkan hukuman mati.
Yang benar adalah, terdapat tiga oknum anggota TNI yang menjadi tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap pemuda asal Aceh, Imam Masykur.
Salah satu dari tersangka tersebut adalah anggota Paspampres.
Baca Juga: Striker Asal Indonesia Amir Hamzah Bersinar di Liga Brunei, Cetak 10 Gol dari 11 Laga
Terkait hal itu, Panglima TNI Yudo Margono meminta para tersangka diganjar dengan maksimal hukuman mati atau minimal hukuman penjara seumur hidup.
Adapun saat ini proses hukum atas kasus tersebut sedang berjalan dan belum ada putusan dari pengadilan.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'PANGLIMA TNI MURKA3 OKNUM PASPAMPRES RESMI DIHUKUM MATI' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
Malaysia Tiba-Tiba Keluar dari AFF, Benarkah?
-
Masih Bungkam, Deddy Corbuzier Ditantang Undang Ortu Korban Oknum Paspampers ke Podcastnya
-
Ini Deretan Kasus Kekerasan oleh Paspampres, Gibran Sampai Ikut Turun Tangan
-
Kawal Kasus Oknum Paspampres, Hotman Paris Soroti Banyaknya Korban
-
Anggota Paspampres Diduga Culik dan Bunuh Pemuda Aceh, Kok Bisa Ada Orang Brutal Banget?
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Waspada Penipuan! Nama Kapolresta Bandar Lampung Dicatut di TikTok
-
Gubernur Bobby Nasution Tolak Teken Proyek Mark Up
-
Bajing Loncat yang Viral di Panjang Akhirnya Diciduk Polisi
-
'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi
-
Capek, Serba Salah, Kurang Tidur: Realita Dokter Muda di Resident Playbook
-
Tendang Achmad Jufriyanto, Suporter PSM Makassar Minta Maaf ke Persib Bandung
-
Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara
-
Mengerikan! BI Catat Defisit Transaksi Berjalan RI Melonjak Jadi Rp70 Triliun
-
Sinopsis The Evil Lawyer, Netflix Sajikan Pertarungan Hukum dan Manipulasi
-
Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?