/
Senin, 04 September 2023 | 17:10 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (Suara.com/Yaumal)

Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni membantah jika partainya disebut penghianat dalam deklarasi Anies Baswedan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) pada Pilpres 2024.

Menurut Sahroni, kepuusan yang ditempuh sudah melalui proses lobi politik dengan pihak-pihak yang terlibat.
 
"Tidak ada (penghianat), kan normal lah politik kan berbeda pandangan berbeda lobi berproses itu kan berjalan sampai titik daftar capres-cawapres nanti," kata Sahroni kepada awak media di Bareskrim, mengutip Antara di Jakarta, Senin (4/9/2023).
 
Sahroni mengatakan bahwa di dalam area lobi politik semuanya bisa terjadi, sehingga dirinya menyayangkan narasi yang diungkapkan Partai Demokrat terkait deklarasi tersebut.
 
"Narasi yang diungkapkan oleh partai Demokrat sebenarnya bisa diredam dengan cara-cara politik yang lebih arif. Contoh, misalnya, Pak Surya disikat sana-sini kan enggak ada melawan dengan kapasitas bahasa keluar, misalnya, pembohongan, pengkhianat," katanya.

"Contoh lainnya belum jadi pemimpin saja sudah berkhianat," lanjut Sahroni.
 
Ia pun menegaskan bahwa Surya Paloh selaku Ketum NasDem tidak pernah memerintahkan para kader-nya melakukan hal-hal negatif kepada lawan politiknya.

"Pak Surya, hatinya tidak ada punya jadi penghianat, tidak ada," terangnya.

Selama 10 tahun menjadi kader Partai NasDem, Sahroni mengaku tidak pernah diperintahkan untuk melakukan hal-hal buruk.

"Tidak pernah Pak Surya memerintahkan hal-hal negatif untuk lawan politiknya, beliau selalu ikhlas dan legawa apa yang terjadi dalam proses politik," jelasnya.

Load More