/
Senin, 11 September 2023 | 16:45 WIB
Kualifikasi Piala Asia U-23 ; Timnas Indonesia vs Taiwan ; Rafael William Struick (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/Spt)

Sebuah akun YouTube bernama Onlen News membuat unggahan dengan narasi hoaks yang menyatakan bahwa wasit yang memimpin pertandingan Timnas Indonesia U-23 melawan China Taipei menghentikan laga sebelum waktunya.

Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa wasit menghentikan pertandingan sebelum waktunya karena tak tega melihat pemain China Taipei menangis.

Unggahan dengan muatan narasi tidak benar itu diunggah oleh akun tersebut pada Sabtu (9/9/23).

Unggahan tersebut menggunakan judul hoaks berupa narasi "RESPECT! Begini Alasan Wasit Yang Menghentikan Laga Sebelum Waktunya Saat Indonesia Vs Taiwan 9-0"

Selain judul bermuatan narasi yang tidak benar, unggahan tersebut juga menggunakan thumbnail berupa gambar telah direkayasa dengan narasi hoaks sebagai berikut: "Saya Tidak Tega Melihat Pemain Taiwan Menangis
HENTIKAN LAGA SEBELUM WAKTUNYA!
Wasit Asal Arab Ini Mengaku Begini Kepada Publik!"

CEK FAKTA:

Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan berita kredibel yang menyatakan bahwa wasit menghentikan pertandingan Timnas Indonesia U-23 VS China Taipei sebelum waktunya.

Hingga saat ini pada Senin (11/9/23), wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Shukri Hussain tak pernah mengeluarkan pernyataan 'tidak tega melihat pemain taiwan menangis' sehingga menghentikan pertandingan sebelum waktunya.

Faktanya, Shukri Hussain menghentikan pertandingan Timnas U-23 melawan China Taipei tepat pada waktunya yaitu 90 menit dan 40 detik.

Baca Juga: 5 Pesan Moral Anime Drifting Home, Perbedaan Bukan Penghalang Pertemanan!

Sehingga dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyatakan 'Saya Tidak Tega Melihat Pemain Taiwan Menangis
HENTIKAN LAGA SEBELUM WAKTUNYA!
Wasit Asal Arab Ini Mengaku Begini Kepada Publik!' merupakan narasi yang salah.

Unggahan tersebut memuat informasi Hoaks dan tidak benar.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More