/
Kamis, 14 September 2023 | 08:25 WIB
Malaysia saat bertanding lawan Vietnam, Juni 2021. (FAM)

Timnas Malaysia U-23 telah menarik perhatian dunia sepak bola setelah berhasil melaju ke putaran final Piala Asia U-23 2024, meskipun mereka tidak meraih gelar juara grup. Kepincangan peraturan dalam kualifikasi turnamen tersebut adalah faktor penentu yang membantu mereka melangkah ke tahap berikutnya.

Timnas Malaysia U-23 berkompetisi di Grup H dalam babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2024 bersama dengan Filipina, Bangladesh, dan tuan rumah Thailand. Awal yang positif mereka adalah ketika berhasil mengalahkan Bangladesh dengan skor 2-0 di Stadion Chonburi, Chonburi.

Kemudian, Harimau Malaya Muda ini memperoleh kemenangan besar dengan mengalahkan Filipina 4-0 dalam pertandingan di tempat yang sama. Namun, perjalanan mereka terhenti ketika menghadapi Thailand U-23 dan kalah dengan skor 0-1.

Hasil ini menempatkan Timnas Malaysia U-23 di peringkat kedua klasemen akhir Grup H dengan enam poin dari tiga pertandingan. Meskipun bukan juara grup, mereka masih memiliki peluang untuk melaju ke putaran final.

Keberuntungan datang dalam bentuk peraturan khusus dalam kualifikasi ini. Timnas Malaysia U-23 berhasil lolos ke putaran final melalui jalur runner-up terbaik. Mereka berada di peringkat keempat dalam klasemen runner-up terbaik dengan tiga poin. Penting untuk diingat bahwa hasil pertandingan melawan tim juru kunci Grup H tidak dihitung dalam klasemen ini.

Menariknya, Malaysia memiliki poin yang sama dengan Timnas Iran U-23. Kedua tim sama-sama mengumpulkan tiga poin, mencetak empat gol, dan hanya kebobolan satu kali, dengan selisih gol yang sama-sama +3. Namun, Malaysia dianggap unggul karena mereka memiliki catatan lebih baik dalam hal kartu kuning.

Kriteria perhitungan disiplin dalam hal kartu kuning adalah faktor penentu. Selama babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2024, Timnas Malaysia U-23 hanya mendapatkan empat kartu kuning, sementara Timnas Iran U-23 sudah mengumpulkan tujuh kartu kuning.

Sehingga, karena jumlah kartu kuning yang lebih sedikit, Timnas Malaysia U-23 dianggap unggul dalam perhitungan disciplinary points. Hal inilah yang menjadi kunci kesuksesan mereka untuk melaju ke putaran final, meskipun poin dan selisih gol mereka sama dengan Iran.

Keberhasilan Malaysia menggarisbawahi pentingnya memahami peraturan dan rincian kompetisi dalam sepak bola. Meskipun mereka tidak menjadi juara grup, mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih sukses dalam kompetisi ini, berkat pengelolaan yang cermat dan peraturan yang berpihak pada disiplin dalam permainan.

Baca Juga: Jokowi Gelar Rapat Terbatas Terkait RUU ASN, Rencana Rekrutmen ASN Setahun 3 Kali

Load More