Pelatih Timnas Chinese Taipei, Chen Jiunn-ming, mengungkapkan rahasia di balik kemenangan telak 1-0 timnya atas Timnas Indonesia U-24 dalam pertandingan Asian Games 2022. Menurut Chen Jiunn-ming, kecerdikan taktisnya dan penyesuaian posisi pemain menjadi faktor kunci yang membuat Timnas Indonesia rentan dieksploitasi oleh Korea Utara (Korut) dalam pertandingan berikutnya.
Kemenangan telak yang diraih oleh Chinese Taipei terjadi melalui gol semata wayang Chin Wen-yen pada menit ke-47. Pencapaian ini menjadi yang pertama bagi Chinese Taipei sejak tahun 1958, dan ini tentu saja menimbulkan banyak perhatian dalam ajang Asian Games.
Salah satu keputusan cerdas yang diambil oleh Pelatih Chen Jiunn-ming adalah penyesuaian posisi Chin Wen-yen. Pemain yang awalnya bermain sebagai bek diubah menjadi bek sayap untuk mengatasi pemain sayap berbahaya yang dimiliki oleh Timnas Indonesia U-24. Keputusan tersebut terbukti sangat tepat, karena Chin Wen-yen mampu menggagalkan serangan Timnas Indonesia U-24 di sisi sayap, bahkan mencetak gol kemenangan bagi Chinese Taipei.
"Kami tahu bahwa lawan kami sangat kuat dalam menyerang dari sisi samping dan mengatur serangan dari sana. Chin Wen-yen, yang pada dasarnya seorang pemain bertahan, memiliki kecepatan, ambisi, dan kemampuan bertahan yang baik, serta kemampuan untuk menyerang. Itulah sebabnya kami memberinya kesempatan untuk bermain sebagai bek sayap," ujar Chen Jiunn-ming seperti yang dikutip dari Go Goal.
Chin Wen-yen, yang merasa terkejut dengan golnya, dengan rendah hati mempersembahkan pencapaiannya untuk seluruh timnya. "Saya sangat berterima kasih kepada tim ini karena telah membuat sejarah bagi Chinese Taipei. Saya ingin mempersembahkan gol ini untuk tim ini di Asian Games," kata Chin Wen-yen.
Namun, kemenangan ini juga membuka mata mengenai kelemahan Timnas Indonesia U-24 yang bisa dieksploitasi oleh Korea Utara dalam laga pamungkas di fase grup Asian Games. Korelasi antara permainan Timnas Indonesia U-24 yang rentan terhadap serangan dari sisi sayap dan kemampuan Korea Utara dalam mengatur serangan dari area tersebut menjadi sorotan utama.
Pertandingan berikutnya yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan Korea Utara akan menjadi ujian yang lebih berat bagi Timnas Indonesia. Dengan penyesuaian taktis yang telah diungkapkan oleh Pelatih Chen Jiunn-ming, Timnas Indonesia akan perlu berbenah untuk mengatasi kelemahan mereka dan berharap dapat meraih hasil yang positif dalam pertandingan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Transformasi Gerai Donat: Menu Makin Variatif dan Punya Teknologi Self-Ordering
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
Belanja Hemat April 2026: 17 Produk Indomaret Diskon Besar, Ada yang di Bawah Rp10 Ribu
-
Dari Elit BUMN ke Viral di Tikungan Maut, Siapa 3 Komisaris Pusri? Ada Arteria Dahlan
-
Laga Hidup Mati di GOR Jatidiri: Siapa yang Akan Melaju ke Puncak Proliga 2026?
-
Bogor Diguyur Hujan Lebat, Bendung Katulampa Masih Aman di Level Siaga 4
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Dari Layar Kaca ke Lapangan: Ambisi Eberechi Eze Wujudkan Mimpi Liga Champions di Arsenal
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?