Timnas Indonesia U-24 menyambut dengan gembira kedatangan Ramadhan Sananta, pemain yang sangat dinantikan, yang telah tiba di Tiongkok pada Selasa (26/9). Sananta tiba di negara tuan rumah Asian Games 2022 bersama dengan Ketua Komite Ad Hoc - Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji, dan mereka disambut oleh sejumlah petinggi tim.
Dalam sambutannya, Ramadhan Sananta menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi maksimal bagi Timnas Indonesia U-24. Dia menyadari bahwa sebagai pemain, kesiapan dan dedikasinya harus mencapai 100 persen, terutama saat dipanggil untuk membela timnas.
"Saya harus siap 100 persen, karena kalau kita dipanggil, harus siap berikan segalanya. Senang juga bisa bergabung dengan teman-teman yang lain," ujar Sananta begitu tiba di Tiongkok.
Sananta juga berharap agar timnas bisa tampil sebaik mungkin dalam pertandingan babak 16 besar melawan Uzbekistan. Dia merasa terhormat bisa bermain untuk bangsa dan negara, dan berjanji akan memberikan usaha maksimalnya.
"Doakan kami supaya bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara, terutama untuk saya agar bisa memberikan 100 persen," tambahnya.
Ketua Komite Ad Hoc - Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji, yang juga ikut dalam perjalanan dari tanah air menuju Tiongkok bersama Sananta, mengatakan bahwa semuanya berjalan lancar, aman, dan baik. Kehadiran Sananta di tim U-24 diharapkan dapat memberikan tambahan kekuatan dan semangat kepada pemain lainnya, sehingga tim bisa meraih hasil positif dan melangkah ke babak selanjutnya.
Tim asuhan Indra Sjafri, yang baru saja meraih kemenangan tipis 2-1 atas Hongkong, siap menghadapi Uzbekistan dalam pertandingan babak 16 besar yang akan digelar pada tanggal 28 September 2023. Dengan kehadiran Ramadhan Sananta, semoga timnas Indonesia U-24 semakin kuat dan mampu memberikan penampilan yang membanggakan bagi bangsa dan negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026