Momen membuat skripsi adalah salah satu ujian terberat bagi mahasiswa sebelum kelulusan. Bahkan, tak sedikit yang melewati masa-masa tersebut dengan deraian air mata.
Ya, inilah masa-masa yang berat bagi mahasiswa, melihat dosen pembimbing mencorat-coret kertas skripsi yang sudah susah payah diketik dan di-print. Dan faktanya, memang menulis skripsi akan membutuhkan belasan bahkan puluhan kali revisi.
Gara-gara revisi puluhan kali, seorang mahasiswi bahkan memiliki tumpukan kertas hingga dua kardus besar. Setelah lulus, ia pun memutuskan untuk menjual tumpukan kertas revisi skripsi tersebut ke tukang rongsokan.
Momen ketika tumpukan kertas tersebut dikiloin oleh sang empunya itu direkam dan diunggah ke akun TikTok @qorymelinda, dan di-repost oleh akun Instagram @folkshit.
Dalam video, tampak seorang pengumpul rongsokan tengah menimbang dua kardus besar berisi tumpukan kertas revisi skripsi.
Dalam caption-nya, si pemilik skripsi menyebut nominal yang didapat dari menjual tumpukan kertas tersebut.
"Ditangisin berbulan-bulan, dapatnya 22 ribu," tulisnya.
Sontak saja video ini jadi sorotan warganet. Tak sedikit yang merasa miris lantaran hasil perjuangan selama berbulan-bulan harus berakhir di tukang rongsokan.
Namun, tak sedikit pula yang menyorot nominal yang dihasilkan dari menjual kertas bekas skripsi tersebut.
Baca Juga: Bikin Warganet Bernostalgia, Ini 4 Hal Tak Terlupakan dari Film Petualangan Sherina
"Buat bisa sampe jutaan, dikiloin cuma dapet segitu," kata warganet miris.
"Effort uangnya ga main-main, akhirnya dikiloin," kata yang lain.
"Abis itu kertasnya buat kertas gorengan," timpal warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kasus Hindoli Terkuak, Tersangka Sumur Ilegal Ditangkap Usai Berpindah hingga Jambi
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Tren Baru di Jakarta, Lari Santai Tanpa Target, Ini Alasan Sepatu Cushion Makin Digemari
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Hemat Bagasi Tanpa Ribet, Sepatu Lari Multifungsi Ini Bisa Dipakai Jogging, ke Mall hingga Traveling
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar