Megawati Soekarnoputri baru saja menerima gelar doktor kehormatan atau Honoris Causa dari Universiti Tunku Abdul Rahman, Senin (2/10/2023).
Hal ini tentu saja menambah panjang daftar gelar yang dimiliki oleh Presiden ke-5 Republik Indonesia ini.
Dalam pidatonya di acara penyerahan gelar kehormatan tersebut, ketua umum PDIP tersebut mengatakan bahwa dirinya telah memiliki total 10 gelar Honoris Causa dan 2 profesor.
"Saya mempunyai 10 doktor honoris causa, 2 profesor, dan masih menunggu untuk honoris causa masih 4 lagi," ucapnya.
Banyaknya gelar kehormatan yang didapat oleh Megawati, bahkan membuat warganet berseloroh dan menyebutnya sebagai kolektor honoris causa.
Megawati sendiri tidak pernah lulus kuliah S1. Menurutnya, saat itu, karena gejolak politik yang memanas, dirinya dilarang kuliah lantaran statusnya sebagai anak Bung Karno.
Tak punya gelar S1 tapi memiliki 10 gelar doktor dan 2 gelar profesor, ini dia daftar lengkap gelar kehormatan yang pernah diterima oleh Megawati.
1. Honoris causa bidang politik dari Waseda University of Tokyo, Tokyo, Jepang (2001)
2. Honoris causa bidang politik dari Moscow State Institute of International Relations (MGIMO), Moskow, Rusia (2003)
Baca Juga: Kawan Marshella Aprilia Hina Pratama Arhan: Yang Miskin Itu Ya?
3. Honoris causa bidang politik dari Korea Maritime and Ocean University, Busan, Korea Selatan (2015)
4. Honoris causa bidang politik dan pemerintahan dari Universitas Padjajaran (UNPAD), Bandung, Indonesia (2016)
5. Honoris causa bidang pendidikan politik dari Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Indonesia (2017)
6. Honoris causa bidang demokrasi ekonomi dari Mokpo National University, Kota Mokpo, Korea Selatan (2017)
7. Honoris causa bidang politik dan pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Bandung, Indonesia (2018)
8. Honoris causa bidang diplomasi ekonomi dari Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Fujian, Tiongkok (2018)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
Awe-Awe Kedua dari Balik Pohon Tua di Tikungan Gumitir
-
Pemilih Dharmasraya Capai 174 Ribu, KPU Buka Ruang Tanggapan Masyarakat
-
6 Trik Mengatur Kecepatan Sepeda Listrik agar Baterai Awet Seharian
-
Lebih dari 50 Balita Jadi Korban Penganiayaan, Daycare Little Aresha Ternyata Tak Berizin
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Saat Tari Perang Menteng Hidupkan Jihad Rakyat Palembang Usir Penjajah
-
Hanyut saat Mandi-mandi di Sungai Bingei Langkat, 2 Pelajar Ditemukan Meninggal
-
Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026
-
Gratis Itu Relatif, Setidaknya Itu yang Saya Pelajari dari Sekolah Negeri