Aktivitas umrah backpacker belakangan menjadi pilihan banyak masyarakat yang ingin beribadah ke tanah suci dengan biaya terjangkau.
Umrah backpacker sendiri merupakan kegiatan umrah secara mandiri tanpa menggunakan jasa travel sehingga memiliki biaya lebih terjangkau.
Kementerian Agama (Kemenag) bahkan menyebut pihaknya akan melaporkan pihak penyelenggara umrah backpacker ke polisi.
Langkah Kemenag ini tentu saja menuai banyak protes dari masyarakat. Tak sedikit yang mempertanyakan di mana letak salahnya jika seseorang yang telah memahami seluk-beluk prosedur umrah, dan ingin beribadah dengan harga terjangkau.
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Nur Arifin, menyebut alasan melarang umrah backpacker lantaran kegiatan tersebut berisiko karena tidak di bawah pantauan pemerintah.
Umrah backpacker dinilai merupakan kegiatan nonprosedural yang dibuat oleh pihak yang diduga tidak bertanggung jawab, lantaran mereka tidak memiliki izin dari Kemenag sehingga minim keamanannya.
Imbauan ini juga dikatakan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada warga negaranya. Perjalanan umrah dinilai bukanlah perjalanan yang ringan, melainkan sebuah perjalanan ke negara yang memiliki bahasa dan budaya yang berbeda.
Sehingga, kalau ada kasus seperti permasalahan kesehatan, permasalahan hukum, permasalahan keamanan, maka sudah seharusnya pemerintah bertanggung jawab untuk warganya.
Nah, dalam kasus umrah backpacker, tidak ada jaminan dari pemerintah untuk pertanggungjawaban atas hal-hal tersebut. Jadi, mau pilih jalur umrah yang mana, nih?
Baca Juga: Cara Masak Nasi Goreng Kambing, Lengkap dengan Daftar Bahan
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Sambut Idulfitri, PLN Group Berbagi Santunan untuk Anak Yatim Hingga Santri di Banggai
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
Sinopsis Nightmare Bikin Merinding, Kim Nam Gil dan Lee Yoo Mi Hukum Penjahat Lewat Mimpi Neraka
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
10 Pelanggaran Berat Anwar Sanjaya yang Dinilai Nodai Kesucian Ramadan
-
Kuda Lumping Diplomasi: Misi Jakarta Merayu Pawang di Panggung Board of Peace
-
Kenapa Lebaran Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Lebih Cepat dari Muhammadiyah dan Pemerintah
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus