Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada mitranya dari Israel bahwa Beijing "sangat sedih" atas banyaknya korban sipil yang tewas dalam perang Israel-Hamas yang semakin meningkat dan mendesak adanya langkah-langkah untuk mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut serta menciptakan perdamaian yang langgeng.
Konflik yang meletus pada tanggal 7 Oktober tersebut merupakan "pilihan utama antara perang dan perdamaian", Wang mengatakan kepada Eli Cohen dalam sebuah percakapan telepon, demikian media pemerintah China melaporkan pada hari Selasa.
Dilansir dari Al Jazeera, menteri luar negeri China, yang akan mengunjungi Amerika Serikat akhir pekan ini, mengakui bahwa setiap negara memiliki hak untuk mempertahankan diri, tetapi "mereka harus mematuhi hukum kemanusiaan internasional dan melindungi keselamatan warga sipil".
China telah mengutuk konflik yang dimulai setelah kelompok bersenjata Hamas melancarkan serangan mendadak ke Israel yang menewaskan sedikitnya 1.400 orang.
Pemerintah Israel menanggapi dengan sebuah deklarasi perang terhadap daerah kantong Gaza yang dikuasai Hamas, memutus pasokan makanan, air dan listrik serta menjadikan wilayah padat penduduk itu sebagai sasaran pengeboman tanpa henti. Sekitar 2,3 juta orang tinggal di Gaza, dan lebih dari 5.000 orang telah terbunuh dalam dua minggu terakhir.
Wang mengatakan kepada Cohen bahwa China "sangat prihatin dengan eskalasi konflik yang terus berlanjut dan situasi yang semakin memburuk, dan sangat sedih dengan banyaknya korban sipil yang disebabkan oleh konflik tersebut," menurut kantor berita Xinhua.
China telah berusaha untuk memposisikan dirinya sebagai pembawa perdamaian dalam konflik ini, dan utusan khususnya untuk Timur Tengah, Zhai Jun, saat ini sedang melakukan tur ke wilayah tersebut.
Pada hari Senin (23/10/2023), Zhai mengatakan bahwa Beijing bersedia untuk melakukan "apapun yang kondusif" untuk mempromosikan dialog, mengamankan gencatan senjata dan memulihkan perdamaian. Utusan tersebut akan melakukan perjalanan ke Uni Emirat Arab pada hari Selasa dan akan tetap berada di wilayah tersebut dalam beberapa hari mendatang, menurut kementerian luar negeri.
Wang juga berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki, menyuarakan keprihatinan dan simpatinya atas banyaknya warga sipil yang terbunuh di Gaza, dan kebutuhan mendesak untuk menghentikan perang. Al-Maliki adalah bagian dari Otoritas Palestina yang terpisah dari Hamas.
Menlu China "mengutuk serangan Israel terhadap rumah sakit dan sekolah, yang menargetkan warga sipil dan melanggar hukum internasional, dan menekankan perlunya menghentikan pembunuhan massal dan kebijakan pengungsian", menurut kantor berita WAFA.
Dalam panggilan teleponnya, Wang menyerukan kerjasama internasional yang lebih besar untuk mengakhiri krisis dan mencari solusi yang langgeng untuk konflik tersebut. Dia menegaskan kembali dukungan China untuk solusi dua negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ternyata Gejala Hepatitis A, Jessica Iskandar Kira Dirinya Cuma Demam
-
Parfum Apa yang Wangi Teh? Ini 5 Pilihan Terjangkau Mulai Rp38 Ribuan
-
Luka Sesar Masih Basah, Ibu di Pandeglang Terpaksa Ditandu 1 Km Lewati Jalan Rusak Parah
-
Yoo Yeon Seok dan Lee Se Young Resmi Bintangi Princess Covet the Scholar
-
SF Hariyanto Bakal Sanksi Sekolah Bandel Gelar Perpisahan Mewah di Hotel
-
Dedi Mulyadi Minta Alih Fungsi Sawah di Bandung Dihentikan Total
-
8 Desa di 3 Kecamatan Terendam Banjir Akibat Luapan Sungai
-
Kasus Polisi Muda Tewas Dianiaya, Empat Anggota Polda Kepri Dipecat
-
Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana
-
3 Sunscreen Azarine untuk Segala Usia, Remaja sampai Wanita 50-an Bisa Pakai