Setidaknya enam orang tewas di wilayah Tuscany, Italia tengah, ketika Badai Ciaran melanda Italia setelah menyebabkan kekacauan di wilayah Eropa bagian barat lainnya.
Gubernur Tuscany, Eugenio Giani, mengatakan bahwa enam orang tewas akibat hujan deras yang turun dari kota pesisir Livorno hingga lembah pedalaman Mugello pada Jumat, dan sungai-sungai meluap membanjiri kota dan desa-desa.
Para korban termasuk dua orang lanjut usia dari kota Prato, di utara Florence, menurut agen berita Italia ANSA.
Seorang orang juga tewas di Albania setelah kehilangan kendali atas mobil yang mereka kendarai, sehingga jumlah kematian akibat badai ini di seluruh benua mencapai 14 orang.
Otoritas Perlindungan Sipil Italia mengatakan bahwa curah hujan mencapai 200 milimeter (sekitar delapan inci) dalam tiga jam pada Jumat.
Giani mengatakan bahwa ini adalah jumlah hujan terberat yang tercatat dalam 100 tahun terakhir.
“Ada gelombang hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Giani kepada saluran berita Italia Sky TG24, dilansir dari Al Jazeera.
Para ilmuwan iklim mengatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia telah menyebabkan hujan lebih deras selama badai seperti Ciaran, yang sering mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.
“Jika kondisinya berbeda dari 20 tahun yang lalu, itu jelas bagi semua orang,” kata Nello Musumeci, menteri perlindungan sipil pemerintah, kepada Sky TG24, mencatat bahwa sistem cuaca di Italia telah menjadi lebih mirip dengan cuaca tropis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Minuman Segar: Cocok untuk Hapus Dahaga di Cuaca yang Penuh Terik Matahari
Pada satu waktu, ada kekhawatiran bahwa Sungai Arno bisa meluap dan membanjiri kota bersejarah Florence, tetapi tinggi airnya akhirnya tidak menimbulkan insiden besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial
-
Stok Beras BULOG Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari
-
Studi Ungkap Dampak Penuaan Mikroplastik terhadap Polutan di Tanah
-
WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis
-
Di Balik Narasi 'Kecerdasan Bukan dari Sekolah': Mengingatkan Kembali Tanggung Jawab Negara
-
Khofifah Ajak Siswa Sekolah Rakyat Pasuruan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Menuju Indonesia Emas
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Mensesneg Minta Masyarakat Tak Lakukan Aktivitas yang Picu Kebakaran
-
Kabel Listrik Bermasalah, Ratusan Jaecoo J7 Kena Recall