/
Sabtu, 04 November 2023 | 12:49 WIB
Ilustrasi Hujan (Pixabay)

Setidaknya enam orang tewas di wilayah Tuscany, Italia tengah, ketika Badai Ciaran melanda Italia setelah menyebabkan kekacauan di wilayah Eropa bagian barat lainnya.

Gubernur Tuscany, Eugenio Giani, mengatakan bahwa enam orang tewas akibat hujan deras yang turun dari kota pesisir Livorno hingga lembah pedalaman Mugello pada Jumat, dan sungai-sungai meluap membanjiri kota dan desa-desa.

Para korban termasuk dua orang lanjut usia dari kota Prato, di utara Florence, menurut agen berita Italia ANSA.

Seorang orang juga tewas di Albania setelah kehilangan kendali atas mobil yang mereka kendarai, sehingga jumlah kematian akibat badai ini di seluruh benua mencapai 14 orang.

Otoritas Perlindungan Sipil Italia mengatakan bahwa curah hujan mencapai 200 milimeter (sekitar delapan inci) dalam tiga jam pada Jumat.

Giani mengatakan bahwa ini adalah jumlah hujan terberat yang tercatat dalam 100 tahun terakhir.

“Ada gelombang hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Giani kepada saluran berita Italia Sky TG24, dilansir dari Al Jazeera.

Para ilmuwan iklim mengatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia telah menyebabkan hujan lebih deras selama badai seperti Ciaran, yang sering mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

“Jika kondisinya berbeda dari 20 tahun yang lalu, itu jelas bagi semua orang,” kata Nello Musumeci, menteri perlindungan sipil pemerintah, kepada Sky TG24, mencatat bahwa sistem cuaca di Italia telah menjadi lebih mirip dengan cuaca tropis.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Minuman Segar: Cocok untuk Hapus Dahaga di Cuaca yang Penuh Terik Matahari

Pada satu waktu, ada kekhawatiran bahwa Sungai Arno bisa meluap dan membanjiri kota bersejarah Florence, tetapi tinggi airnya akhirnya tidak menimbulkan insiden besar.

Load More