/
Selasa, 22 Agustus 2023 | 18:11 WIB
Ilustrasi Hujan (Pixabay)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta guna mengurangi polusi udara.

Dikutip dari akun Instagram @pandemictalks, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa modifikasi cuaca merupakan penanganan jangka pendek ketika kota berada dalam kepungan polusi udara.

Selain DKI Jakarta, modifikasi cuaca juga dilakukan di beberapa kota lain, seperti Bandung dan Semarang.

"Kita sudah mulai TMC dari tanggal 19-21 (Agustus) terakhir," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring, dikutip dari YouTube Kompas.com, Selasa (22/8/2023).

Sejumlah warganet pun memberi respons pada upaya pemerintah dalam membuat hujan buatan. Ada yang pro, namun ada juga yang kontra lantaran khawatir akan terjadinya banjir hingga hujan asam.

Namun, tak sedikit pula warganet yang malah request waktu hujan kepada BNPB. Meski merasa sangat terganggu dengan polusi udara, rata-rata warganet tak ingin waktu produktifnya terganggu oleh hujan buatan.

"Ujannya sore jam 3 sama malem jam 12 yah," request warganet.

"Hujannya bisa request subuh sama tengah malem aja boleh?? Ribet banget yang pergi kerja naik kendaraan umum ujan-ujan nggak sih?" kata warganet lainnya. 

"Di atas jam 8 (pagi) ya, pak, pas saya udah nyampe kantor," timpal yang lainnya.

Baca Juga: Dewi Perssik Dituding Ngompor-Ngomporin, Sebut Tak Akan Rujuk Kalau Ada di Posisi Lady Nayoan

Load More