Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta guna mengurangi polusi udara.
Dikutip dari akun Instagram @pandemictalks, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan bahwa modifikasi cuaca merupakan penanganan jangka pendek ketika kota berada dalam kepungan polusi udara.
Selain DKI Jakarta, modifikasi cuaca juga dilakukan di beberapa kota lain, seperti Bandung dan Semarang.
"Kita sudah mulai TMC dari tanggal 19-21 (Agustus) terakhir," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring, dikutip dari YouTube Kompas.com, Selasa (22/8/2023).
Sejumlah warganet pun memberi respons pada upaya pemerintah dalam membuat hujan buatan. Ada yang pro, namun ada juga yang kontra lantaran khawatir akan terjadinya banjir hingga hujan asam.
Namun, tak sedikit pula warganet yang malah request waktu hujan kepada BNPB. Meski merasa sangat terganggu dengan polusi udara, rata-rata warganet tak ingin waktu produktifnya terganggu oleh hujan buatan.
"Ujannya sore jam 3 sama malem jam 12 yah," request warganet.
"Hujannya bisa request subuh sama tengah malem aja boleh?? Ribet banget yang pergi kerja naik kendaraan umum ujan-ujan nggak sih?" kata warganet lainnya.
"Di atas jam 8 (pagi) ya, pak, pas saya udah nyampe kantor," timpal yang lainnya.
Baca Juga: Dewi Perssik Dituding Ngompor-Ngomporin, Sebut Tak Akan Rujuk Kalau Ada di Posisi Lady Nayoan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026