Dokter spesialis anestesi Palestina, Mueen Al Shurafa, meninggal dunia setelah rumahnya terkena hantaman bom Israel. Kabar duka ini disampaikan oleh dokter Kusumandaru, teman Mueen saat belajar pendidikan spesialis anestesi di Indonesia.
Universitas Sebelas Maret (UNS) selaku kampus yang menjadi almamater dari dokter tersebut juga turut mengungkapkan rasa belasungkawa.
"Pimpinan dan Segenap Keluarga Besar Universitas Sebelas Maret turut berduka cita atas wafatnya dr. Mueen Al Shurafa Dokter Spesialis Anestesi di Palestina Alumnus Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi Tahun 2018 Fakultas Kedokteran UNS," tulis kampus tersebut melalui akun X resminya.
Dokter Kusumandaru mengungkapkan kesedihannya melalui akun Twitter, menyebut Mueen sebagai lulusan Indonesia yang menjadi martir. Aan, panggilan akrab dokter Kusumandaru, juga mengirim salam perpisahan kepada Mueen, mengenang masa-masa mereka sebagai teman belajar dan bekerja.
Mueen Al Shurafa adalah sosok yang penuh dengan kenangan baik bagi dokter Kusumandaru. Namun, ada dua hal yang paling diingat tentang Mueen. Pertama, Mueen adalah seorang patriot yang memiliki semangat kuat untuk membantu warga Palestina.
Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai dokter spesialis, Mueen mendapat tawaran untuk tinggal di Indonesia, tetapi ia menolaknya karena keinginannya untuk kembali ke Palestina dan membantu masyarakat di sana.
Dalam kenangannya, Aan menulis bahwa Mueen adalah sosok yang pemberani. Meskipun memiliki kesempatan untuk tinggal di Indonesia setelah menyelesaikan pendidikannya, Mueen tetap teguh pada tujuan untuk kembali ke Palestina dan melakukan kontribusi positif bagi warga di sana. Aan menghormati keberanian Mueen dalam mengambil keputusan tersebut.
Dalam akhir pesannya, Aan mengirimkan doa untuk para syuhada, termasuk Mueen Al Shurafa. Aan berharap agar mereka yang telah gugur dalam perjuangan untuk Palestina mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah.
Selain itu, Kantor Media Pemerintah baru saja mengeluarkan pernyataan tentang situasi di Gaza.
Baca Juga: Asal Usul "Ting Ting" di Nama Panggung Ayu Ting Ting, Ternyata Berawal dari Sini
Dikutip dari Al Jazeera, berikut adalah beberapa poin pentingnya:
Rata-rata rumah sakit menerima satu korban luka setiap menitnya dan 15 mayat setiap jamnya.
- Rata-rata enam anak dan lima wanita terbunuh setiap jamnya.
- Hampir 70 persen penduduk Gaza telah mengungsi secara paksa dari rumah mereka akibat pengeboman dan serangan Israel.
- Sekitar 30.000 ton bahan peledak digunakan oleh Israel dalam pengeboman - rata-rata 82 ton per kilometer persegi.
- Setengah dari rumah sakit dan 62 persen pusat kesehatan primer tidak beroperasi.
- 50 persen unit rumah telah rusak akibat pemboman dan serangan; 10 persen tidak dapat dihuni.
- Sepertiga sekolah rusak dan sekitar 9 persen tidak berfungsi.
- 14 persen masjid di Jalur Gaza telah rusak dan 5 persen hancur total.
Berita Terkait
-
Korban Kekejian Israel Tembus 10 Ribu Jiwa, Usulan Pejabat AS Malah Bikin Tepuk Jidat
-
Bendera Palestina Boleh Berkibar di Piala Dunia U-17? Begini Kata PSSI
-
PSSI Tawarkan Indonesia untuk Jadi Kandang Pertandingan Palestina tetapi Ditolak, Kenapa?
-
Rachel Vennya Ikut Buka Donasi untuk Palestina, Sehari Terkumpul Rp1 Miliar
-
Umi Pipik Tak Setuju Semangka Jadi Simbol Dukungan untuk Palestina, Taqy Malik Beri Pendapat Lain
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat
-
Sicario: Day of the Soldado, Perang Kartel yang Tanpa Ampun, Malam Ini di Trans TV
-
Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah