Pengeboman Israel di seluruh Gaza terus berlanjut saat jumlah kematian di wilayah Palestina yang terkepung mencapai setidaknya 10.022 sejak 7 Oktober, menurut Al Jazeera. Setidaknya 152 orang telah gugur di Tepi Barat yang diduduki dan lebih dari 1.400 orang di Israel selama periode yang sama. Ribuan orang lainnya diyakini terkubur di bawah reruntuhan setelah serangan udara Israel menghancurkan separuh utara wilayah tersebut.
Alih-alih mendesak untuk menghentikan perang, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken malah cuma mendorong Israel untuk mengurangi jumlah korban sipil dengan menggunakan "bom yang lebih kecil" dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, seperti yang dilaporkan oleh New York Times.
Selama pertemuan dengan pemimpin-pemimpin Arab dan pemimpin Otoritas Palestina Mahmoud Abbas akhir pekan ini, Blinken membanggakan bahwa ia telah merinci "langkah-langkah konkret" kepada Netanyahu yang akan mengurangi jumlah korban sipil di Gaza. Namun, ia tidak secara terbuka mengungkapkan sifat langkah-langkah tersebut.
Pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Times bahwa langkah-langkah tersebut meliputi tidak hanya penggunaan bom yang lebih kecil, tetapi juga pengumpulan informasi lebih banyak tentang lokasi jaringan komando dan kendali Hamas. Ia juga menganjurkan penggunaan pasukan darat untuk memisahkan pusat-pusat populasi sipil dari benteng-benteng Hamas, serta meningkatkan penargetan terhadap pemimpin-pemimpin Hamas.
Menurut laporan dari RT, disebutkan bahwa Washington menuntut Israel untuk menjelaskan "pemikiran dan proses" di balik serangan udara menghancurkan di kamp pengungsi Jabalia di Gaza pada hari Selasa, yang merupakan salah satu lokasi dengan kepadatan penduduk tertinggi di sebuah wilayah yang juga merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Bumi.
Angkatan Pertahanan Israel menghancurkan sebagian kamp dengan apa yang para ahli katakan adalah beberapa bom buatan AS berkekuatan 2.000 pon, dengan klaim telah membunuh seorang komandan Hamas dan puluhan "militan". Pejabat-pejabat di Gaza melaporkan setidaknya 195 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut dan lebih dari 400 orang terluka, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Berita Terkait
-
Bendera Palestina Boleh Berkibar di Piala Dunia U-17? Begini Kata PSSI
-
PSSI Tawarkan Indonesia untuk Jadi Kandang Pertandingan Palestina tetapi Ditolak, Kenapa?
-
Rachel Vennya Ikut Buka Donasi untuk Palestina, Sehari Terkumpul Rp1 Miliar
-
Umi Pipik Tak Setuju Semangka Jadi Simbol Dukungan untuk Palestina, Taqy Malik Beri Pendapat Lain
-
Sempat Dicap Pro Israel, Tarra Budiman Minta Maaf
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA