/
Sabtu, 19 November 2022 | 16:28 WIB
Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo memilih untuk tidak absen dari Muktamar ke-48 Muhammadiyah pada Sabtu (19/11/2022) kendati jadwal kegiatannya begitu padat. Diketahui Jokowi langsung bertolak ke Thailand demi menghadiri KTT APEC pasca menjadi tuan rumah KTT G20 di Bali beberapa hari lalu.

"Seharusnya KTT APEC baru selesai sore hari ini, tetapi karena hormat saya, respect saya, terhadap undangan dari PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah, maka saya pulang duluan," kata Jokowi, dikutip Suara Manado.

Dalam sambutannya, Jokowi memang mengungkap padatnya jadwal yang harus ia jalani. Namun Jokowi memutuskan untuk pulang lebih awal dari KTT APEC dan tiba di Indonesia pada Jumat (18/11/2022) malam.

"Tadi malam saya masih berada di Bangkok dan sampai di Kota Solo jam 11 malam untuk hadir di KTT APEC," jelasnya.

Pengakuan Jokowi jelas disambut meriah oleh para hadirin di Muktamar Muhammadiyah. Namun bukan hanya mereka, pernyataan Jokowi juga dimaknai beragam oleh masyarakat, termasuk oleh pegiat media sosial Jhon Sitorus.

Pemilik akun Twitter @Miduk17 itu seketika mengaitkan pernyataan Jokowi dengan HUT ke-11 Partai NasDem yang jatuh pada 11 November 2022 pekan lalu.

"Momentumnya selalu TEPAT. Jokowi tak hadir di Ulang Tahun @NasDem saat KTT ASEAN di Kamboja. Tetapi, Jokowi memilih PULANG lebih CEPAT dari KTT APEC demi Muktamar Muhammadiyah," cuit Jhon.

Jhon Sitorus kembali menyentil partai politik yang diketuai Surya Paloh tersebut, meminta mereka untuk lebih peka terhadap berbagai kode yang ditunjukkan Jokowi.

"Ini sekaligus menegaskan, Jokowi membuka pintu selebar-lebarnya kepada @NasDem untuk menarik semua kadernya di Kabinet," tutur Jhon.

Baca Juga: Pujian Lengkap Jokowi untuk Muhammadiyah, Dari Pandemi Covid-19 Hingga Pendidikan

"Jokowi tak ingin mereshuffle langsung, Jokowi ingin etika politik terjaga," imbuhnya.

Jhon Sitorus menilai manuver politik Partai NasDem sudah seperti membelot dari koalisi Jokowi. "Kalo MEMBELOT, ya MUNDUR dong. Kok masih betah di Kabinet? Ga malu?" tandasnya.

Sebelumnya diwartakan Jokowi sama sekali tidak memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk Partai NasDem. Kala itu memang bertepatan dengan Jokowi yang harus menghadiri KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja.

Awalnya beredar kabar Jokowi akan memberikan sambutan via video, tetapi nyatanya tidak ada hingga sepekan lebih berlalu. Padahal Jokowi menyempatkan diri untuk hadir di perayaan hari jadi Partai Golkar dan Partai Perindo beberapa hari sebelumnya.

Hal ini memunculkan spekulasi hubungan baik Jokowi dan Surya Paloh semakin retak, yang diduga akibat deklarasi Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden 2024.

Load More