Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menghadiri acara pembukaan Muktamar Muhammadiyah di Solo, Sabtu (19/11/2022). Dalam pidatonya, Jokowi melemparkan sejumlah pujian untuk Muhammadiyah.
Awalnya, Jokowi menyampaikan terima kasih untuk Muhammadiyah dan Aisyiyah yang sudah membantu pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 selama tiga tahun terakhir. Muhammadiyah disebut Jokowi sudah menggerakan lebih dari 120 rumah sakit dan 235 klinik kesehatan untuk memberikan edukasi, pengobatan hingga vaksinasi untuk masyarakat.
"Alhamdulilah Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, kita juga termasuk negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia karena kita telah menyuntikkan lebih dari 440 juta dosis vaksin pada masyarakat," kata Jokowi sebagaimana dikutip melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu.
Kemudian, Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang sudah berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Sejauh ini tercatat ada 170 lebih perguruan tinggi, 1.364 SMA sederajat, 1.826 SMP, 2.817 SD dan 20.233 TK, PAUD serta kelompok bermain milik Muhammadiyah dan Aisyiyah.
Muhammadiyah juga diketahui memiliki 440 pesantren. Jokowi berharap melalui lembaga pendidikan, Muhammadiyah bisa terus menyebarkan Islam yang berkemajuan.
"Islam yang penuh dengan nilai-nilai toleransi, Islam yang menjaga persatuan, Islam yang menjaga persaudaraan dan perdamaian sesuai ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan Wali Kota Solo itu menitipkan kepada Muhammadiyah dan Aisyiyah soal penguatan pendidikan bagi pembangunan yang berkelanjutan dan pembangunan yang ramah lingkungan.
Jokowi menegaskan bahwa ketergantungan manusia pada alam begitu tinggi apalagi potensi alam di Indonesia yang sangat besar. Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.
"Saya mengharapkan bantuan dari bapak, ibu semua selain habluminallah, habluminanas, mohon diperkuat dengan hambluminalam yang menekankan pentingnya kelestarian alam, yang menekankan pentingnya kelestarian lingkungan."
Baca Juga: Sinopsis Jumper, Aksi Pemuda Rampok Bank Dengan Kemampuan Teleportasi
Tag
Berita Terkait
-
Gerindra Jangan Senang Dulu, Dukungan Jokowi Tak Bikin Untung-untung Amat ke Prabowo di Pilpres 2024
-
Pernah Sukses Jadi 'King Maker' Jokowi, Prabowo Punya Peluang Menang Nyapres 2024?
-
Insiden di Bali Bukan Pertama Terjadi, Deretan Orang-Orang Ini Juga Pernah Terobos Paspamres Jokowi
-
Tsamara Amany Bela Iriana Jokowi yang Direndahkan Netizen Julid: Kudungan dan Sawo Matang Lebih Rendah Gitu?
-
Giliran Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Jadi "Fotografer" Muncul dalam Unggahan Animasi Presiden Joko Widodo
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar