Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memang sudah tiga kali kalah di Pemilihan Presiden (Pilpres).
Namun tak patah arah, dia kembali menjadi bakal calon presiden untuk partainya sendiri di 2024 mendatang.
Kendati sudah tiga kali kalah, Prabowo ternyata malah disebut-sebut sebagai orang yang handal menjadi King Maker di kancah politik Indonesia.
King Maker dalam Pilpres sendiri adalah seseorang yang menjadikan orang lain presiden/pemimpin.
"Yang saya mau katakan, sejarah sudah membuktikan sebagai King Maker Pak Prabowo sudah sukses," kata pakar komunikasi politik Effendi Ghazali dalam perbincangannya di televisi nasional.
Lebih lanjut, Effendi menduga jangan-jangan dukungan Jokowi dan permintaan maaf di pidato HUT Perindo juga bermaksud untuk berterima kasih pula pada Prabowo.
"Kalau mau jujur Bapak Joko Widodo waktu minta maaf jangan-jangan bukan hanya mengatakan mengalahkan dua kali selanjutnya jatah anda dalam tanda petik, tapi juga berterima kasih juga Anda [Pranowo] kan yang dukung saya [Jokowi] ke Jakarta dan sampai ke nasional," ungkap Effendi.
Diketahui bahwa kala itu, pihak Prabowo menjadi partai pendukung Jokowi-Ahok saat melaju di Pilgub DKI Jakarta.
"Malah itu ada yang mulai bilang begini, kalau Anda mau tahu siapa yang jadi presiden selanjutnya, maka lihat siapa yang didukung Prabowo di Jakarta," imbuhnya.
Baca Juga: 4 Sikap Cewek yang Bisa Merusak Citra Dirinya, Bikin Cowok Ilfeel!
Selain Jokowi, pada periode berikutnya Prabowo juga mendukung Anies Baswedan yang berhasil maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.
Jejak Kekalahan Prabowo di Pilpres
Prabowo Subianto sudah sekali menjajal kekalahan sebegai cawapres dan dua kali sebagai capres di sejarah Pilpres Indonesia.
Berikut rekam jejak kekalahan Prabowo Subianto dalam tiga periode Pilpres.
1. Pilpres 2009
Pilpres 2009 menjadi ajang kontestasi politik pertama yang diikuti Prabowo Subianto. Dalam Pilpres ini, Prabowo Subianto maju dari Partai Gerindra menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Cristiano Ronaldo: Portugal Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026
-
Depresi Sejak Usia Muda ke Panggung Piala Dunia 2026: Kisah Kelam Striker Brasil Igor Thiago
-
Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?
-
Budayawan, Arkeolog, dan Akademisi Ramaikan Festival Lahan Basah Pertama Indonesia, Digelar di PALI
-
Komisi XIII DPR RI Dorong Penguatan Pengawasan Keimigrasian Sumut dan Rencana Kantor Baru
-
Mesin Kapal Aceh Hebat Meledak, 14 Orang Alami Luka Bakar
-
ASC Padel Team Resmi Dibentuk, Datangkan Pelatih Asal Spanyol Hingga Bidik Panggung Dunia
-
Kronologi Haji Bolot Dibawa ke RS, Berawal dari Sesak Dada
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian