Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo digadang-gadang menjadi salah satu bakal calon presiden 2024, meski hingga kini belum ada lampu hijau dari partainya, yakni PDI Perjuangan.
Hal ini yang turut disinggung oleh peneliti politik sekaligus pendiri lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. Dilihat Suara Manado di kanal YouTube SMRC TV, Saiful membeberkan kemungkinan Ganjar untuk pindah ke partai lain demi tiket capres 2024.
Partai yang kemungkinan memiilih dan dipilih Ganjar adalah Partai Golkar. Pasalnya, menurut hasil survei yang dilakukan SMRC, Ganjar berpotensi untuk mengkerek elektabilitas Partai Golkar.
"Bila pemilihan anggota DPR RI diadakan sekarang dan Golkar mencalonkan Ganjar Pranowo menjadi Presiden, ada 17% yang akan memilih Golkar," begitulah keterangan dari hasil Survei Nasional Oktober 2022, dikutip pada Sabtu (19/11/2022).
"Ada kenaikan cukup signifikan," imbuh Saiful, menerangkan diagram yang ditampilkan di layar. "Tadi dari 11% menjadi 17%. Jadi Ganjar bisa menaikkan suara Golkar."
Kenaikan suara Golkar ini, menurut Saiful, sudah pasti berasal dari pindahnya suara partai lain. Dalam hal ini rupanya suara PDI Perjuangan lah yang diambil.
"Selama ini PDIP sering di atas hasil 2019. Ternyata salah satu unsurnya tidak bisa dipisahkan dari Ganjar," terang Saiful. Dengan kata lain, Ganjar memiliki basis pemilih yang loyal dan siap ikut pindah partai sekalipun.
"Jadi kalau Ganjar dicalonkan oleh Golkar, tampaknya Ganjar ini mengajak pemilihnya berbondong-bondong pergi ke Golkar. Dalam hal ini, (pemilih) Ganjar itu banyak berkumpul di PDI Perjuangan. Jadi PDI Perjuangan terancam oleh Golkar," ujar Saiful.
Selama ini PDIP selalu meraup suara di kisaran 25%, sementara dengan pindahnya Ganjar ke Golkar membuat partai banteng kehilangan sekitar 7% suaranya.
Baca Juga: Jokowi Buka Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di Solo, Hadir Prabowo, Puan hingga Ganjar
Bukan cuma itu, pindahnya Ganjar membuat PDIP bukan menjadi partai penguasa. Dilihat dari hasil survei SMRC, perolehan suara PDIP, Golkar, dan Gerindra jadi nyaris seimbang, yakni 18%, 17%, dan 20% secara berurutan.
"Yang tadinya PDIP almost untouchable, tapi begitu Ganjar pergi ke Golkar, berbondong-bondong ikut," tutur Saiful.
Karena itulah Saiful meminta PDIP untuk berhati-hati, sebab Ganjar bisa menjadi kunci untuk mempertahankan kemenangan partainya. Apalagi karena Ganjar adalah sosok yang terbuka, termasuk terhadap undangan partai lain.
"Ganjar ini orang terbuka, kemungkinan. Apalagi kalau ada yang memberikan penjelasan yang meyakinkan, bisa saja Ganjar tidak maju dari PDI Perjuangan," kata Saiful.
Namun Saiful juga menilai sikap loncat-loncat partai semacam ini tidak baik bila diterapkan, apalagi karena Ganjar sudah bergabung sejak lama di PDIP.
"Harusnya orang yang sudah berkarier di partai politik begitu panjang, harus konsisten ada di situ. Jangan justru dia ada di puncaknya, dia keluar. Itu tidak baik dalam rangka penguatan sistem kepartaian," jelasnya.
Berita Terkait
-
Anies-AHY Berpotensi Menang Telak Lawan Prabowo dan Ganjar, Koalisi Perubahan Tunggu Apa Lagi?
-
Pernah Sukses Jadi 'King Maker' Jokowi, Prabowo Punya Peluang Menang Nyapres 2024?
-
Hasil Survei: Siapapun Lawannya, Puan Maharani Selalu Keok, Ganjar Masih Bisa Bersaing
-
Situasi Masih Cair, Golkar Tak Mau Panik Dengar Kader PPP Deklarasikan Anies Jadi Capres 2024
-
Bukan Prabowo atau Ganjar, Sosok Ini Dinilai Paling Layak Jadi 'The Next Jokowi', Siapa?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Diduga Kelelahan dan Serangan Jantung, Satu Jamaah Haji Asal Kulon Progo Wafat di Mekkah
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
VIDA Luncurkan ID FraudShield, Teknologi AI untuk Deteksi Penipuan Identitas dan Deepfake
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Ini yang Perlu Diketahui Soal Subsidi Motor Listrik 2026: Syaratnya Apa dan Mulai Kapan?
-
Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
-
Ulah Bejat Kiai Cabul, Ponpes Ndholo Kusumo Ditutup! Ratusan Santri Harus Pindah
-
BRI Bayar Dividen, Total Mencapai Rp52,1 Triliun
-
Gubernur Khofifah Pimpin Panen dan Percepatan Tanam: Produksi Naik 5 Persen, Target Ekspor Beras
-
Ulasan Novel The Whisking Hour, saat Naskah Teater Menjadi Nyata