Anies Baswedan bersama partai pengusungnya yakni Nasional Demokrat (NasDem) belum menentukan bakal calon wakil presiden (cawapres) mereka.
Meskipun begitu politikus senior Zulfan Lindan menyebutkan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harumurti Yudhoyono (AHY) memiliki kecocokan untuk mendampingi Anies.
AHY memang menjadi sosok yang sering kali digadang-gadangkan menjadi cawapres dampingi Anies Baswedan. Terlebih lagi, Partai Demokrat bersama PKS digadangkan akan membentuk koalisi bersama NasDem untuk mendukung Anies.
"PKS mengajukan tiga cawapres, Demokrat AHY kan tinggal di sini aja saya kira kalau kita bicara realistik survei, AHY popularitasnya tinggi," ungkap Zulfan Lindan di Kanal Refly Harun.
"Dia [AHY] rajin keliling ke seluruh Indoensia, dan jangan lupa juga saya ingat riset Pak Hari Ali, Riset Pak Hari Ali menyatakan rata-rata orang Jawa itu paling senang presiden yang ganteng," imbuhnya.
Menurutnya dengan paras yang ganteng AHY dan Anies bisa menarik suara untuk elektoral mendatang.
"Nah ini kan kalau Anies dan AHY jadi presiden, dua-duanya kan ganetng nih, gampang menjualnya, kira-kira begitu ya," kata Zulfan.
NasDem: Ganteng Saja Tak Cukup
NasDem menyebutkan bahwa pihaknya bersama Anies memang tak ingin berburu-buru memilih cawapres.
Baca Juga: Mardiono Sebut 14 Pengurus Wilayah PPP Usulkan Ganjar Pranowo Jadi Capres 2024
Meski sudah ada pertimbangan di mana PKS dan Demokrat yang diduga bakal membentuk koalisi bersama NasDem sudah mengajukan calon pendamping Anies masing-masing.
"Lihat siapa yang akan jadi kompetitif, itu juga jadi pertimbangan, tapi kami hormati tawaran PKS Aher dan Demokrat Mas AHY dan kami terus diskusikan ke Pak Anies," ujar Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya seperti yang dikutip dai Wartaekonomi--jaringan Suara.com.
Soal memilih cawapres, Willy menyebutkan bahwa rupawan atau ganteng seorang sosok bakal dikalahkan oleh mereka yang mebuat nyaman capres mereka.
"Taarufnya (terkait koalisi) sudah selesai, tinggal menentukan hari bulan baik, progres. Orang boleh punya face, ganteng rupawan, tapi kenyamanan kalahkan itu semua," kata Willy.
"Artinya komplimentari tidak kawin paksa, kemistri kebangun, rasionalitas pengusungan tentu cenderung posisi menang. Itu juga buka komunikasi dengan banyak pihak, banyak tokoh figur," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki
-
Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
-
Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA
-
Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 27 Juli 2026, Rezeki Lancar dan Karier Bersinar
-
Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele
-
96 Anak di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Januari-Juni 2026
-
Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?
-
Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar