Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus memberikan banyak kritikan mengenai acara silaturahmi relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022) lalu.
Menurut dia, kritik tersebut merupakan tanda sayang terhadap Jokowi dan para relawan. Setidaknya ada 5 kritikan, apa saja ya?
Merusak Momentum G20
Dalam acara Catatan Demokrasi yang ditayangkan dari Kanal Youtube tvOneNews, Deddy mengatakan bahwa, momen itu tidak dimanfaatkan untuk mengatakan keberhasilan pemerintah dalam presidency KTT G20 di Bali, yang menghabiskan milyaran rupiah.
Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Justru yang ada hanya relawan yang kumpul di Senayan. Mereka mendengarkan diksi "rambut putih” sampai dengan pernyataan siap tempur relawan Jokowi.
“Kita baru saja menyelesaikan presidency G20 yang mencapai begitu banyak hal yang mempengaruhi masyarakat dunia pada masa yang akan datang, tapi hilang itu semua,” tuturnya.
“Rp 600 miliar bubar sehari gara-gara urusan di GBK. Ini seharusnya jadi diskusi publik,” lanjutnya.
Duka di Cianjur
Deddy menyayangkan acara tersebut mengingat adanya musibah yang menimpa wilayah Cianjur, Jawa Barat.
Baca Juga: Tak Punya Uang Berobat Untuk Anak, Kadek Joni Mencuri di Warung Tapi Ketahuan
Sebagaimana diketahui, Cianjur sedang berduka pasca gempa bumi 5,6 magnitude yang menewaskan ratusan nyawa serta merobohkan banyak bangunan.
Kata Deddy, apakah para relawan Jokowi kehilangan sensitivitas, sehingga tak bisa menunda kegiatan tersebut untuk beberapa waktu sampai persoalan Cianjur terselesaikan dengan baik.
Masyarakat Cianjur masih banyak yang membutuhkan bantuan. Seperti bantuan logistik dan juga tempat tinggal.
“Lah kita kan berpikir, apakah kita kehilangan sensitivitas sehingga kita tidak bisa menunda kegiatan itu beberapa saat saja, sampai kita merasa persoalan di Cianjur terselesaikan dengan baik. Hanya menunda. Kegiatan itu menguntungkan PDIP kok,” tuturnya.
Urgensi
Politisi PDIP ini juga bertanya-tanya apa urgensi dari acara Nusantara Bersatu hingga tak mau menundanya?. Jika hal itu mengenai penegakan hukum dan juga pekerja kontrak, Deddy menegaskan bahwa pemerintahan sangat peduli dengan isu tersebut. Bahkan DPR kerap membahasnya.
Berita Terkait
-
Warga Terdampak Gempa Cianjur Diimbau Kembali ke Rumah Jika Tidak Mengalami Kerusakan
-
Jokowi: ASN Bukan Orang yang Harus Dilayani!
-
Tampilan Ganjar Rambut Hitam Cuma Ngeles, Mau Bermain Cantik Lebih Lama
-
Sumbangan Gempa Cianjur Senilai Rp 500 Juta dari Leslar Sempat Dinyinyiri, Rizky Billar Soroti soal Keikhlasan Memberi
-
Gaya Jokowi Tentukan Kriteria Capres Dinilai Langkahi Megawati, Ini Kata Pengamat
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Polda Sulut
-
Paylater dan Pinjol: Ketika Kemudahan Berubah Menjadi Ketergantungan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Bukan Drama Chaebol Biasa: Mengapa Cinderella at 2 AM Layak Masuk Watchlist Kamu
-
Love on the Brain: Bertemu Cinta di Balik Laboratorium NASA
-
Prabowo: Belum Ada Profesor Ekonomi yang Bisa Bantah Saya, Matematik Adalah Matematik!
-
Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar
-
Lelaki yang Menawarkan Euforia Lewat Kereta Luncur di Tengah Belantara
-
Strategi Jateng Tumbuhkan Ekonomi Desa Melalui Ekosistem MBG
-
Misteri Pria Ber-sweater Hitam: Jasad Tanpa Identitas Mengambang di Arus Dam Rolak 9 Mojokerto