/
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu relawan nusantara bersatu di GBK (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym)

Presiden Jokowi berulang melakukan 'endorse' bakal calon presiden 2024 di beberapa kali kesempatan. Terakhir, Jokowi kembali membuat heboh publik lewat pernyataanya soal ciri pemimpin yang memikirkan rakyat yaitu berkerut dan rambut putih.

Muncul pertanyaan, siapa yang memberi masukan kepada presiden soal ciri-ciri spesifik calon presiden yang akan dipilih pada 2024.

Dalam acara diskusi Catatan Demokrasi yang ditayangkan lewat Kanal Youtube tvOneNews, panitia silaturahmi relawan Nusantara Bersatu, Silfester Matutina memberikan jawabannya.

“Oke saya cerita soal rambut putih. Sebelumnya kita meminta arahan kira-kira pemimpin yang baik ke depan itu apa? Dan dijawab oleh presiden lewat pidatonya,” tutur Silfester Matutina dikutip pada Rabu, (29/11/2022).

Silfester Matutina pun membela diri. Dia mengaku permintaan tersebut merupakan hal yang sangat wajar dan bermakna positif.

“Jadi menurut saya, ya wajar-wajar saja pemimpin memberitahu kepada rakyatnya ciri-ciri pemimpin yang baik. Itu adalah hal positif dan mulia dan tidak boleh kita perdebatkan,” jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi kembali membuat publik heboh dengan pernyataannya soal tips memilih calon presiden 2024. 

Hal itu diungkap dalam acara silaturahmi relawan Jokowi bertajuk Nusantara Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

"Banyak kerutan di wajahnya karena mikirin rakyat, ada juga yang mikirin rakyat sampai rambutnya putih semua ada," tutur Jokowi dalam orasi tersebut.

Baca Juga: Tersandung Kasus Narkoba, Nia Ramadhani Sebut Ardi Bakrie Sebenarnya Bisa Kabur ke Luar Negeri

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menyayangkan kegiatan besar yang dibesut oleh relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gelora Bung Karno (GBK) yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak dilakukan hati-hati sehingga memicu banyak konflik baru.

“Kita  semua harus hati hati. Kami tidak marah, kami hanya mengkritik karena kami sayang Jokowi dan relawan. Itu saja alasannya,” katanya saat hadir dalam Catatan Demokrasi yang dikutip dari Kanal Youtube tvOneNews pada Rabu, (29/11/2022).

Kritikan tersebut, menurutnya, bukan sekonyong-konyong tanpa alasan.  PDIP gemas karena acara Nusantara Bersatu menghilang banyak momen penting, salah satunya mengenai keberhasilan presidency KTT G20 di Bali lalu. 

Seharusnya, momen itu dimanfaatkan untuk mengatakan keberhasilan G20 yang menghabiskan milyaran rupiah tersebut. Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Justru yang ada hanya relawan yang kumpul di Senayan.  Mereka mendengarkan diksi "rambut putih” sampai dengan pernyataan siap tempur relawan Jokowi.

“Kita baru saja menyelesaikan KTT G20 yang mencapai begitu banyak hal yang mempengaruhi masyarakat dunia pada masa yang akan datang, tapi hilang itu semua,” tuturnya.

“Rp 600 miliar bubar sehari gara-gara urusan di GBK. Ini seharusnya jadi diskusi publik,” lanjutnya.

Load More