/
Kamis, 01 Desember 2022 | 15:54 WIB
satu keluarga ditemukan tewas di Citra Garden 1 Extencion Kalideres (Suara.com/Yaumal)

Hingga saat ini pihak polisi masih berjibaku melakukan penyelidikan mendalam, guna mengungkap penyebab kematian satu keluarga di Kalideres

Dugaan paling kuat yakni korban disebut mengikuti sekte tertentu. 

Ada beberapa faktor utama yang membuat keluarga Kalideres terdorong melakukan hal-hal aneh berbau mistis. Kriminolog Adrianus Meliala menyebut ada tiga hal.

Pertama, yang bersangkutan menjauhkan atau jauh dari agama-agama besar di Indonesia. 

"Sebab agama di Indonesia sebetulnya menyediakan jalan untuk percaya mengenai bisa sejahtera di dunia dan juga sejahtera di kehidupan setelah mati," katanya dikutip dari tayangan Kanal Youtube official iNews pada Kamis, (1/12/2022).

Faktor kedua, Adrianus melihat bahwa 4 korban yang meninggal misterius memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Utamanya korban Budiyanto yang menyukai sesuatu berbau mistis. Budiyanto diketahui meninggal terakhir menyusul 3 korban lainnya. 

Meski berbeda, namun mereka tetap klik hingga bisa bertahan sedemikian rupa bahkan sampai maut menjemput.

Faktor berikutnya, Adrianus menduga bahwa para korban bergabung pada kelompok tertentu.

"Jangan-jangan ini ada kelompok di luar sana yang kemudian mempengaruhi Budianto untuk mengembangkan keyakinan itu," kata dia menduga kematian keluarga Kalideres.

Baca Juga: Deretan Kontroversi Musni Umar, yang Terkini Typo Tulis Soal Anies

"Jangan-jangan ada guru yang menganjurkan dia seperti itu," tambahnya.

Sementara itu, kepolisian mengatakan jika motif kematian masih diselidiki, namun di kalangan publik beredar isu mengenai adanya praktik ritual dan sektor tertentu yang dianut keluarga korban.

Setelah polisi sempat menampik, baru-baru ini rupanya terbukti jika ada sejumlah bukti yang ditemukan pada rumah atau TKP kematian keluarga tersebut.

Temuan yang dimaksud nyatanya memang menjurus kepada aktivitas ritual tertentu oleh salah satu korban dalam keluarga. Detailnya, temuan tersebut terdiri dari buku mantra dan kemenyan.

Hal tersebut diungkap oleh Kombes Hengki Haryadi, selaku Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, yang memberikan keterangan pada Selasa (29/11/2022).

Berdasarkan pernyataannya, ditemukan sejumlah barang bukti berupa buku lintas agama, mantra, hingga kemenyan.

Load More