Ibunda Maudy Ayunda, Mauren Jasmedi mengaku senang dan bangga bisa melahirkan anak perempuan seperti Maudy.
Saat ditanya soal enak dan tidaknya menjadi ibu Maudy, ia justru mengungkap fakta menarik.
Mauren yang kerap disapa Mama Muren itu mengaku merasa kehilangan jatidiri lantaran kini jarang diakui sebagai "Muren".
"Gimana rasanya jadi ibunya Maudy? Hmm.. ada enaknya, ada nggaknya itu. Nggak enaknya itu mama jadi nggak punya jatidiri," kata Mama Muren dikutip dari kanal Youtube Maudy Ayunda Jumat (23/12/22).
"Mama udah nggak pernah lagi dikenalin orang misalnya 'eh kenalin ini Muren'. Nggak pernah, mulai saat ini itu nggak senengnya mama kadang-kadang temen mama ngenalin mama ke temennya itu udah 'eh kenalin nih, ibunya Maudy Ayunda," jelasnya.
Dikenalkan sebagai sosok ibu Maudy Ayunda ini justru membuat mama Muren merasa kesal.
"Menurut mama itu sebenarnya ngeselin. Karena kayaknya 'loe nggak bangga ya, gue temen loe sebagai Muren aja gitu, nggak usah siapa-siapa, tapi ya udahlah," ujarnya.
Namun dibalik itu semua, mama Muren mengatakan bahwa dirinya senang memiliki putri seperti Maudy yang selalu merespon positif.
"Seorang Maudy itu selalu berespon positif atas apapun yang mama lakuin. Misalnya mama beliin buku kamu semangat membaca, terus mama sediain meja belajar kamu belajar juga semangat. Jadi orangnya itu semangat merespon effort mama," katanya.
Meski posisinya adalah mama dan anak, namun mama Muren mengakui bahwa hubungan keduanya bak teman sendiri.
"Sama kamu (Maudy) itu kita bisa jadi temen diskusi. Karena kamu selalu memberi feedback dan kadang-kadang memberi mama ilmu," akunya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Anime Akane-banashi Masuki Arc Karaku Cup, Akane Hadapi Dua Rival Kuat
-
Maaf Saja Tak Cukup: Menuntut Restorasi Keadilan bagi 'Juara yang Terampas'
-
Mobil Listrik Changan Lumin Diganjar Harga Khusus di Indomobil Expo 2026
-
Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!
-
Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun
-
Michael Carrick Terancam Dibuang Manchester United Meski Sukses Amankan Tiket Liga Champions
-
Alasan John Herdman Senang Timnas Indonesia Jadi Tim Paling 'Diremehkan' di Grup F Piala Asia 2027
-
Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998
-
Sepasang Tangan dan Kaki dalam Shift Malam di Pabrik Roti
-
5 Rekomendasi Smartwatch 2 Jutaan, Cocok untuk Segala Aktivitas