Di masa lalu, Lampung termasuk salah satu daerah yang dijadikan tujuan perpindahan penduduk dari Jawa. Gelombang kedatangan penduduk dimulai pada 1905-an oleh Pemerintah Hindia Belanda dan dinamakan kolonisasi.
Agar membuat nyaman, para kolonis mengusulkan agar tempat tinggal baru mereka dinamakan dengan nama wilayah yang sebelumnya mereka ting- gali di Jawa. Usul itu pun disetujui Pemerintah Hindia Belanda. Oleh sebab itu, banyak nama dae- rah di Lampung yang sama dengan nama daerah di Pulau Jawa. Dari situ bisa kita perkirakan asal muasal penduduk di situ, misalnya Pekalongan, Way Jepara, ataupun Bagelan.
Melansir penjelasan Burhanuddin, salah seorang pengurus Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL), mengatakan, kedatangan rombongan kolonisasi ke di Lampung kala sedikit banyak menyebabkan terjadinya percampuran budaya. Perkenalan dengan budaya baru, menurut Burhanuddin semakin memperkaya budaya lokal Lampung sendiri. Akulturasi budaya terjadi dengan sendirinya.
Hal itu juga terjadi Metro, sebagai daerah kolo- nisasi hubungan antara masyarakat di daerah ini cukup berjalan dengan harmonis. Metro mampu berkembang menuju kemajuan dengan keberagaman etnik dan budaya. Menariknya nama-nama daerah di Metro seperti nama kelurahan atau dusun berbau kosakata bahasa Jawa. Bagaimanapun asal-usul daerah atau toponimi menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi perkembangan suatu masyarakat.
Pemberian nama yang sama persis itu bukan tanpa alasan. Pemberian nama daerah yang persis sama dilakukan untuk mengobati rindu para transmigran dengan daerah asalnya. Alasan lainnya agar mereka merasa tetap berada di Jawa meskipun telah pindah. Dengan begitu, mereka tetap betah di Lampung. Nama nama di Kota Metro memiliki kemiripan dengan daerah yang ada di Pulau Jawa, antara lain Kauman, Bantul, Karang Rejo, Sumber Sari, Margo Rejo, Iringmulyo dll.
Adanya nama yang mirip dengan nama tempat Pulau Jawa, menjadi bukti sejarah bahwa te- lah terjadi transmigrasi. Pada penggunaan bahasa, mereka juga banyak masih memakai Bahasa Jawa. Pemberian nama berbau Jawa di Metro ini memiliki keterkaitan dengan asal-usul daerah mereka di Jawa. Misalnya kelompok warga yang menempati daerah Kauman, rata-rata juga berasal dari daerah Kauman. Masih banyak lagi nama- nama dan tempat di Metro yang memiliki kemiripan dengan Pulau Jawa sebagai dampak dari Kolonisasi Sukadana dan transmigrasi yang terjadi di Lampung.
Hal ini membuat daerah ini kaya akan budaya dan adat istiadat. Termasuk dalam hal pemberian nama-nama tempat dan daerah. Nama-nama yang ada di Kota Metro adalah bukti sejarah yang membuktikan terjadinya transmigrasi dari Pulau Jawa ke Lampung Nama dan bahasa yang mirip dan pengelompokan penduduk yang juga sama dengan daerah asalnya dahulu. Sehingga nama daerah asalnya itu lalu juga mempengaruhi nama tempat tinggalnya di Metro.
Saat ini nama-nama tersebut masih digunakan di berbagai daerah yang ada di Kota Metro. Adat istiadat dan budaya seperti Bahasa Jawa juga masih kental digunkan di Metro. Hal ini berlaku sebagai upaya melestarikan kebudayaan dan sama dari nenek moyang mereka. Keberadaan budaya daerah ini, menjadi penting dalam upaya mem- perkuat jati diri sebagai bangsa yang multikultur. Dari hal ini diharapkan akan tercipta masyarakat yang harmonis. Sebagimana semboyan negara ini Bhineka Tunggal Ika.
Agista Andriyani ( Guru IPS SMP Islam Darul Muttaqin Metro)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sah! Detail Mahar Jennifer Coppen dari Justin Hubner: Emas Belasan Gram hingga Uang Ribuan Euro
-
Nobar Piala Dunia 2026 di Rumah? Ini 5 Proyektor Mini Canggih di Bawah Rp1 Juta!
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
-
Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri
-
Daihatsu Hijet Versi Baru Hadir Mulai 128 Jutaan, Kini Ada Fitur 4WD
-
Kenapa Malam 1 Suro Tidak Boleh Keluar Rumah? Ini Asal-Usul Larangannya
-
43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard
-
Bukan Hoaks! Syaefudin Wakil Lucky Hakim Resmi Jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar
-
Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil