"Masih agak sorong ke Timur laut, jalan raya pos sampai ke Pati setelah menempuh jarak 20km melalui kaki selatan gunung muria..Pati sebagai ibukota kabupaten mengalami pasang surut. Setelah jalan raya pos sampai kesini sehingga yang semula tidak berarti" menjadi penting." (Pramudya Ananta Tour, 2005:96).
Satu nukilan dalam novel Jalan Raya Pos karya Pramudya Ananta Tour untuk menggambarkan letak dan posisi Pati dari Kota Kudus. Setelah pamor pelabuhan Jepara menurun maka Pati mengambil perannya sebagai daerah transit perdagangan dengan Pelabuhan Juwana dan politis strategis dari arah Semarang ke timur.
Setelah Daendels membangun jalan raya pos pada tahun 1808, posisi Pati sebagai daerah strategis dengan potensi ekonomi yang tinggi, seperti perdagangan rempah, gula yang menjadi primadona komoditas ekspor Hindia Belanda. Terlebih setelah ditemukannya minyak di daerah Cepu, maka Pati dijadikan sebagai ibukota karesidenan yang membawahi Kudus, Jepara, Pati, Rembang dan Blora. Inilah awal dimulainya pembangunan Pati Modern. Sisa kejayaan ini masih dapat dinikmati sepanjang jalan Panglima Sudirman yang membelah Kota Pati dari barat sampai ke Alun Alun Pati dan ketimur terus kearah Juwana, salah satu pelabuhan penting yang menopang laju ekonomi pada masa kolonial.
Dijalan ini begitu terasa sisa kejayaan Pati saat itu sebagai bekas karesidenan. Pati sejak jaman kolonial nampaknya dirancang sebagai Kota dengan orientasi sebagai pusat kegiatan politik dan pendidikan. Hal ini tampak dari bangunan-bangunan sekolah dan pemerintahan yang memang sudah ada sejak abad ke 19 dan awal abad ke 20 dibandingkan dengan pusat perdagangan atau pertokoan.
Hampir semua bangunan heritage bergaya art deco, terpusat dijalan jenderal Sudirman, dari barat dimulai dengan Gedung eks Karesidenan Pati yang berumur hampir 200th, sisa kemegahan masih nampak digedung yang saat ini digunakan sebagai Kacabdin pendidikan wilayah III Propinsi Jateng.
Saat penulis masih kecil masih sering bermain dibelakang gedung yang memang masih banyak pohon besar yang rindang Beringin, Kenari dengan buahnya yang memanjakan burung dan tupai sebagai asupan makannya, dan inilah yang menjadi obyek sasaran anak anak bermain ketapel.
Kearah timur kita akan jumpai stasiun kereta api yang dulu digunakan pada rute Semarang Juwana, diresmikan pada 1884, saat ini hanya terlihat atapnya saja, karena berfungsi sebagai cafe, didepan digunakan sebagai gudang dan beberapa ruko seluler serta oleh oleh khas Pati. Masih kearah timur kita akan jumpai kantor pos dan telegrap sebagai tujuan utama dibangunnya Jalan Raya Pos Daendels, dengan gedung didepannya yaitu SMPN 5 Pati dengan ciri yang masih lestari yaitu jendela dan pintu yang besar dan tinggi, pada jaman Belanda dulu merupakan Gedung Europeesche Lagere School (ELS) disinilah penulis menempuh pendidikan sekolah menengah pertamanya.
Gedung Juang juga mewarnai deretan bangunan heritage sepanjang jalan Daendels, dulunya konon adalah kantin para serdadu Belanda menikmati santap siang dan istirahatnya, saat ini digunakan sebagai pusat kuliner malam, disepanjang jalan ini ke arah timur bangunan lebih ke fungsi militer dan keamanan, markas CPM, Polwil Pati, kejaksaan, rumah sakit tentara dan Kodim Pati sebagai pusat komando militer yang menaungi batalion dikaresiden Pati, mungkin disinilah dulu letak Markas Batalion "K" warisan Inggris yang akhirnya sampai saat ini digunakan sebagai kode plat nomor kendaraan di wilayah Eks karesidenan Pati, masih gagah dan terawat detail bangunannya.
Didepan Kodim Pati konon pernah berdiri Gerbang kota Pati dari arah barat yaitu tugu pentol yang tidak lagi tersisa, letaknya dipinggir kali (sungai) Jiglong yang legendaris, saat ini hanya tersisa 2 (dua) gerbang masuk kota Pati yang ikonik yaitu tugu pentol, pentol Blaru dari arah selatan dan pentol Godi diutara, satu lagi konon di jalan Pemuda keluar Pati arah Juwana, tepat nya dipertigaan Gemeces didepan toserba Ada.
Kembali ke jalan Panglima Sudirman nuansa kecil kolonial bisa kita nikmati ke arah alun alun, sekolah, gedung biara Alverna, Rumah sakit bersalin Panti Rukmi menunjukkan fungsi religi dan kemanusiaan sejak jaman itu. Konsep Alun-alun adalah desain kota kota di Belanda dan Eropa sebagai pusat atau sentrum sebuah kota, disini juga berfungsi sebagai plaza tempat berkumpulnya warga berolah raga dan bersosialisasi.
Setelah alun alun kita juga bisa menikmati deretan rumah dan gedung SMPN 1 serta bangunan Polsek Pati kota yang masih kental desain kolonialnya. Tidak jauh dari situ terdapat Pecinan dengan deretan toko toko khas bangunan Tionghoa dan Klenteng Hok Tik Bio simbol pluralisme di Kota Pati yang menghargai keragaman.
Bila kita ingin menikmati rumah para pejabat dan ambtenar kala itu jalan yg kita ambil dari lampu merah Puri kearah timur, jalan Semarang-Tuban banyak gedung dan hunian art deco serta indies yg berserak sepanjang jalan Diponegoro tersebut. Contoh bangunan nuansa art deco yang masih utuh dan igunakan sebagai restoran adalah Omah Kuno 1868. Tetapi beberapa disepanjang jalan ini banyak yang rusak dan tidak terawat, ini terjadi selain berganti nya fungsi strategis Pati secara ekonomi dan politis pasca kemerdekaan, yang cukup diambil alih Semarang sebagai ibukota propinsi serta kota kota disekitarnya yang mulai menggeliat mandiri setelah era itu.
Pasang surut perkembangan Pati berimbas pada fungsi dan peranan bangunan bangunan sejarahnya, sudah seharusnya pemerintah daerah dapat menjadikan berbagai bangunan sejarah dan kolonial yang ada di kota Pati sebagai aset heritage dan cagar budaya yang harus dilestarikan. Perlu langkah strategis dari stakeholders dukungan dari masyarakat dan peran serta aktif seluruh elemen untuk menginvetarisir dan melestarikan bangunan bangunan bersejarah dalam mewarnai perjalanan kota Pati. Langkah kongkrit yang bisa dilakukan adalah dengan payung hukum legislasi Perda cagar budaya. Berbagai event budaya serta reka ulang sejarah guna mengenalkan tempat sejarah tersebut.
Tutut Zatmiko (Guru dan Pemerhati Sejarah)
Tag
Berita Terkait
-
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa di Pati
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Selain Kades, KPK Seret Eks Wabup dan Eks Ketua DPRD Pati Jadi Saksi Kasus Pemerasan Sudewo
-
KPK Periksa Anggota DPRD Pati, Dalami Komunikasi Terkait Isu Pemakzulan Sudewo
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Di Tengah Ramadan: Sekolah Rusak Direnovasi, Ratusan Siswa Sumatra Kembali Belajar Berkat Donasi Ini
-
Ketika Seragam Mengaburkan Empati: Tragedi Tual dan Psikologi Kekuasaan
-
Jepang Dilarang Iri, Timnas Indonesia Lebih Hebat dari Raksasa Asia dalam Aspek Ini
-
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Maret 2026, Siap-siap Liburan Panjang!
-
4 Pelembab Pomegranate Kaya Antioksidan untuk Kulit Glowing dan Kencang
-
Efek Maarten Paes? Ajax Suguhkan Kuliner Khas Indonesia saat Makan Siang, Ada Rendang hingga Soto
-
Mau Mudik Nyaman Tanpa Banyak Beban? Pertamina Bagi-bagi THR Ratusan Ribu Menjelang Lebaran
-
Safari Ramadan ke Ponpes di Klender, Kaesang Pangarep Didoakan Jadi Presiden
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
7 Pilihan Sleeper Bus Terbaik Buat Mudik, Aman dan Fasilitasnya Komplet