/
Rabu, 25 Mei 2022 | 00:08 WIB
Kemendikbudristek

Metro, Suara.com- Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan pembekalan materi kepada Laskar Rempah Jelang Muhibah Budaya Jalur Rempah yang akan dimulai pada 1 Juni hingga 2 Juli 2022.

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudtistek) Restu Gunawan mengatakan kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah bertujuan untuk memperkenalkan ragam budaya dan kearifan lokal di daerah lintasan Jalur Rempah. 

“Selain itu untuk meningkatkan jiwa maritim, serta memberikan wawasan peserta dalam melaksanakan kegiatan pelayaran dengan KRI Dewaruci,” terang Restu di Jakarta, Selasa (24/5).

Para peserta atau Laskar Rempah diberikan materi pengetahuan dan informasi tentang budaya bahari, Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci, astronomi, praktik navigasi, Basic Training Safety oleh TNI AL, serta hal-hal lain yang perlu dipersiapkan sebelum berlayar. Selain itu juga diberikan materi tentang persiapan pelayaran para Laskar Rempah juga mendapatkan materi terkait teknik videografi menggunakan smartphone dan kamera agar dapat mendokumentasikan, menyunting, hingga memublikasikan video.

“Kami berharap para peserta dapat mendokumentasikan dan menyebarkan kampanye Jalur Rempah melalui media sosial yang mereka miliki,” harap Restu.

Pada 1 Juni 2022 mendatang, para peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah akan mulai berlayar di mulai dari Surabaya sebagai titik awal rute pelayaran dan berakhir pada 2 Juli 2022. Enam titik Jalur Rempah yang telah dipilih sebagai lokus Muhibah Budaya Jalur Rempah adalah Surabaya, Makassar, Baubau-Buton, Ternate-Tidore, Banda, dan Kupang.

Pelayaran  menggunakan KRI Dewaruci ini sendiri akan membawa pemuda-pemudi pilihan dari 34 provinsi untuk napak tilas beberapa titik perdagangan rempah Nusantara yang saat ini sedang diusulkan menjadi Warisan Budaya Dunia UNESCO.


 

Load More