- Anggota DPR RI Ledia Hanifa meraih penghargaan Legislator Peduli Disabilitas dalam ajang KWP Award 2026 di Jakarta.
- Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi Ledia dalam mengawal kebijakan inklusif serta pemenuhan hak aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
- Capaian ini diharapkan menjadi standar baru bagi seluruh anggota legislatif dalam memperjuangkan hak kelompok rentan nasional.
Suara.com - Isu inklusivitas dan pemenuhan hak-hak kelompok rentan kembali mendapat panggung utama di kancah politik nasional. Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah, secara resmi dianugerahi penghargaan KWP Award 2026.
Ledia dinobatkan sebagai Legislator Peduli Hak-Hak Masyarakat Penyandang Disabilitas, sebuah pengakuan atas konsistensinya menyuarakan kesetaraan di parlemen.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) dalam rangkaian acara penganugerahan yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4).
Terpilihnya Ledia Hanifa bukan tanpa alasan. Dia dinilai sebagai salah satu legislator paling vokal yang konsisten mengawal regulasi dan kebijakan agar lebih ramah terhadap penyandang disabilitas, mulai dari aksesibilitas fasilitas publik hingga kesetaraan peluang kerja.
"Ini adalah bentuk apresiasi atas kerja bersama, yang selama ini kami lakukan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” kata Ledia Hanifa.
Ledia menekankan, isu disabilitas seringkali luput dari perhatian utama jika tidak dikawal dengan ketat.
Melalui fungsinya di legislasi, pengawasan, dan penganggaran, ia terus memastikan bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Pencapaian ini diharapkan mampu membawa isu disabilitas menjadi arus utama dalam setiap pembahasan undang-undang di masa depan.
Sebagai politisi yang memiliki rekam jejak panjang di isu-isu sosial, Ledia mengingatkan penghargaan ini membawa tanggung jawab moral yang besar.
Baca Juga: Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026
Ia tidak ingin apresiasi yang diterima menjadi titik henti, melainkan harus menjadi standar baru bagi seluruh wakil rakyat dalam menjalankan tugasnya.
“Ini harus jadi penyemangat semua anggota Fraksi PKS untuk memberikan kinerja terbaik. Penghargaan tentu saja bukan tujuan akhir, tapi pemacu semangat," kata dia.
Selain fokus pada substansi penghargaan, Ledia juga menyoroti pentingnya peran pers, khususnya wartawan yang bertugas di lingkungan parlemen.
Menurutnya, tanpa pengawalan dari media, kerja-kerja legislator mungkin tidak akan tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
Media berperan sebagai jembatan sekaligus pengawas agar parlemen tetap berada pada jalurnya.
“Sebaliknya, kami mengapresiasi peran KWP yang mengkritisi kinerja DPR secara konstruktif. Ini penting sebagai penjaga akuntabilitas serta kualitas kerja parlemen," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026
-
Gercep Respons Bencana Alam, Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua Diganjar KWP Awards 2026
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba
-
Berkas Lengkap! Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Kritik Rencana MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Arab, DPR: Urus Dulu yang di Dalam Negeri
-
Kasus Riset Palsu di Denmark, Mendiktisaintek Temukan Dugaan Pencatutan Nama Kampus
-
Nadiem Makarim: Jadi Menteri Umur 35 Tanpa Pengalaman, Banyak yang Tersinggung
-
Balita Meninggal Usai Tindakan Sedasi di RSUD Prambanan, Keluarga Laporkan Dugaan Malapraktik
-
Viral 'Pulau Sampah' di Muara Angke: Bagaimana Berakhir di Sana dan Apa Bahaya Tersembunyinya?
-
Pledoi Nadiem Makarim: Di Swasta Jujur Dihargai, di Pemerintah Kelugasan Dianggap Sombong
-
Detak Jantung Matahari Tak Lagi Normal, Ilmuwan Khawatir Efeknya Membahayakan Bumi
-
Sorot Transparansi Biaya Lawatan Prabowo, CELIOS Ingatkan Risiko Penggunaan Kocek Pribadi