Metro, Suara.com- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bersama dengan sejumlah penerbit berpartisipasi dalam London Book Fair 2022 di Inggris Raya.
10 co-exhibitor yang terdiri dari 2 (dua) literary agency, yaitu Borobudur Agency dan Literasia Creativa, serta 8 (delapan) penerbit yaitu Mizan Pustaka, Gagas Media, Gramedia International, Kanisius, Afterhours Book, re:ON Comics, Yayasan Pustaka Obor Indonesia, dan Zikrul Bestari ikut berpartisipasi di ajang ini.
Rochma Astuti selaku Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf menjelaskan London Book Fair merupakan salah satu event yang terbesar di Eropa.
"Sambutan kepada penerbit Indonesia juga sangat baik. Booth yang disediakan penuh dan berlangsung sangat ‘hidup’. Banyak pertemuan business to business yang terjadi. Saya rasa ini respons yang sangat baik bagi penerbit di Indonesia,” kata Yuana .
Dibanding dengan negara-negara Asia Tenggara lainya, Indonesia memang menjadi yang terdepan, terutama untuk pasar buku anak muslim. Selain buku anak Muslim, genre lain dari dunia Islam, seperti buku pemikiran dan fiksi juga memiliki potensi pasar internasional, karena Indonesia dengan kekayaan wacana dan tradisi Islam dapat menyumbang banyak ke percakapan global dan dibutuhkan oleh pasar dunia.
“Negara lain seperti misalnya Korea Selatan sudah menjalankan translation funding dan melakukannya dengan agresif. Di Indonesia pun kita lihat semakin banyak judul buku dari Korea Selatan yang mewarnai pasar penerbitan, baik buku fiksi, buku anak maupun buku motivasi. Menurut saya, mekanisme translation funding perlu dihidupkan di Indonesia karena akan menjadi pintu masuk penting untuk menarik calon investor,” tambah Yuana.
Indonesia harus bisa memanfaatkan kelebihannya, seperti yang kami temukan lewat London Book Fair kemarin, yaitu untuk buku anak dan buku pemikiran khas dunia Muslim. Saya menghimbau kepada seluruh penerbit untuk tetap semangat karena ini saatnya untuk mengikuti event-event offline nasional dan internasional. Dengan kondisi pandemi yang semakin membaik, ini akan menjadi momentum yang bagus untuk bangkit,” kata Yuana.
Di Inggris sendiri kebutuhan buku bertema dunia Islam mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan pertambahan jumlah umat Islam di Eropa. Menurut Yuana, hal ini akan menjadi spot yang bisa diisi oleh penerbit Indonesia. Indonesia dianggap sangat potensial. Dengan demikian, perlu adanya konsistensi di pasar yang tengah berkembang.
“Dari segi nilai transaksi cukup besar. Berdasarkan data, potensinya bisa mencapai 50 miliar rupiah. Angka ini kami perkirakan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya kerja sama yang terjalin dari London Book Fair kemarin,” lanjut Yuana.
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
5 Rekomendasi HP RAM 16 GB Murah dan Kamera Bagus untuk Multitasking
-
Kasus Zina Jalan Terus, Insanul Fahmi Tunggu Digugat Cerai Istri Sah
-
3 Mobil Suzuki Bekas untuk Mudik Lebaran, Gagah di Kampung Halaman
-
Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Bekal Rina
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan
-
Sejalan Arahan Prabowo Subianto, BRI Perkuat Pembiayaan Rakyat Lewat Penurunan Bunga Mekaar
-
Marc Marquez Isyaratkan Pensiun dari MotoGP Tahun Depan, Akhir Sebuah Masa?
-
Akselerasi Pemberdayaan Ultra Mikro, BRI Resmi Pangkas Bunga Mekaar 5 Persen