Satu abad lebih Persyarikatan Muhammadiyah berdiri di Indonesia terus menunjukkan perkembangan pesat dan menjelma menjadi sebuah organisasi yang besar diperhitungkan keberadaannya. Berbagai cabang Muhammadiyah telah tersebar ke seluruh wilayah Indonesia bahkan ke negara-negara tetangga.
Di Lampung khususnya pada saat Metro telah dibuka sebagai daerah kolonisasi, terdapat beberapa kader Muhammadiyah dari daerah Jawa yang ikut berkolonisasi ke Metro. Atas inisiatif Ali Suhoedi, Muhammadiyah didirikan di Metro, dengan jumlah anggotanya lebih dari 50 orang dan aktifitas dilaksanakan di daerah kolonisasi Trimurjo, Gedung Dalam, dan Metro sendiri.
Seperti dijelaskan dalam buku Sejarah Perkembangan Perserikatan Muhammadiyah Kota Metro bahwa, Metro berasal dari bahasa Jawa, ‘Mitro’ yang berarti keluarga, persaudaraan, sahabat atau tempat ber- kumpulnya orang untuk menjalin persahabatan. Ada pula yang mengatakan berasal dari bahasa Belanda, ‘Metrem’ yang berarti pusat atau ‘centrum’ atau ‘cen- tral’, dengan pengertian sebagai suatu tempat yang letaknya strategis karena berada di tengah-tengah.
Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Metro adalah cabang Muhammadiyah yang pertama kali berdiri di daerah Lampung Tengah. Karena itu sejarah ringkas Muhammadiyah Daerah Lampung Tengah ini dimulai dari sejarah perkembangan Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Metro. Muhammadiyah sudah mulai tumbuh di daerah Lampung Tengah yaitu sejak zaman penjajahan Belanda. Pada saat Metro dibuka sebagai daerah kolonisasi ada beberapa kader Muhammadiyah dari Jawa yang ikut berkolonisasi ke Metro. Pada tahun 1938 mulailah timbul pemikiran-pemikiran untuk kemungkinan dapat dirintis berdirinya Muhammadiyah, dan apabila telah sampai saatnya didirikan sebuah ranting atau cabang.
Tokoh–tokoh perintis berdirinya Muhammadiyah Cabang Metro adalah Bapak Muhammad Chajad, Bapak Sosro Sudarmo, Bapak Abdullah Sajad dan Bapak Ki Mohammad Asrof. Pada tahun 1939, Persyarikatan Muhammadiyah di metro sudah dapat dikatakan terbentuk atau berdiri dengan Sosro Sudarmo sebagai Ketua dan Muhammad Chajad sebagai Wakil Ketua. Selain itu nama-nama Bapak Abdullah Sajadi, Bapak Ngali, Bapak Ki. Mohammad, Bapak Asrof, Bapak Muhajir, dan Bapak Seno Hadi Puspito juga duduk sebagai pengurus.
Perlahan Muhammadiyah mulai melebar dengan berdirinya Muhammadiyah Ranting Hadimulyo dan Calon Ranting Yosodadi. Pada zaman Jepang dari tahun 1942 dan pergerakan perjuangan kemerdekaan tahun 1945, tokoh-tokoh bangsa dan masyarakat banyak terjun dalam kancah perjuangan. kemerdekaan, tak luput pula tokoh-tokoh persyarikatan Muhammadiyah di Metro ikut terjun pula dalam perjuangan tersebut.
Seperti dijelaskan dalam Buku Sejarah Metro Tempo Dulu bahwa pada tahun 1938 Muhammadiyah telah menunjukan kiprahnya dalam bidang pendidikan. Ranting dan Cabang Muhammadiyah memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sebuah persyarikatan. Karena salah satu peran cabang yaitu menyebarkan agama Islam dan merekrut para kader, yang kemudian dapat di tempuh melalui jalan pendidikan.
Melalui bidang pendidikan dirintis berdirinya sebuah Sekolah Muhammadiyah yakni HIS Muhammadiyah. Pendiri HIS Muhammadiyah Metro sekaligus guru-guru perintis diantaranya: Bapak Surawinoto, Bapak Muhajir, Bapak Seno Haripuspito dan Bapak D. Subari.
Peranan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan dan sosial pendidikan di Metro ditunjukkan lewat pendirian sekolah untuk memberikan pencerahan bagi anak-anak kolonis di Metro.
Hadi Pranoto (Guru SMP Muhammadiyah 4 Metro)
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Viralnya Liga Aspal Bikin Anak-Anak Menteng Kini Punya Lapangan Bola Sungguhan
-
Temui Mendag China di Shanghai, Airlangga Dorong Kemitraan Ekonomi yang Lebih Seimbang
-
Moisturizer Sariayu untuk Kulit Berminyak yang Mana? Ini Pilihan dan Review Pembelinya
-
3 Review Lipstik Ombre Lips yang Bagus dan Tahan Lama, High-Pigmented dan Transferproof 24 Jam
-
Cocoon Siap Tayang Global, Anime Perang Garapan Eks Animator Studio Ghibli
-
6 Parfum Lokal yang Cocok untuk Zodiak Gemini, Aromanya Fresh dan Ceria
-
Wonwoo SEVENTEEN Abadikan Cinta Tulus di Lagu Spring, Summer, Fall, Winter
-
Tensi Geopolitik Timur Tengah Mereda, ICP Juni 2026 Turun ke 83,45 Dolar AS per Barel
-
Karier Panjang Aiptu EW Anggota Polres Blitar Kota Hancur di Tangan Narkoba
-
Inggris vs Prancis: Konsistensi Penyerangan Prancis Berjumpa dengan Permainan Pragmatis Inggris