Metro, Suara.com-Lomba "Karya Musik Anak Komunitas (KAMU AKU) 2022" yang digelar Kemenparekraf/Baparekraf memasuki tahapan penjurian untuk menjaring 15 finalis terbaik.
Lomba "KAMU AKU 2022" diikuti lebih dari 700 anggota komunitas. Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian awal, terpilih 50 karya komunitas yang hari ini diseleksi menjadi 15 karya terbaik. Dari 15 karya tersebut akan ditentukan 5 finalis yang berhak tampil di acara puncak "KAMU AKU 2022" pada akhir Juni 2022.
Kriteria penjurian akan meliputi sejumlah faktor, yakni intro, harmonisasi melodi dan syair lagu, harmonisasi instrumen tradisional dan modern, kreativitas aransemen musik dinamika lagu, serta keunikan karya.
Dessy mengatakan, Indonesia dianugerahi keanekaragaman budaya dan seni yang dapat menjadi inspirasi berkarya para komunitas musisi daerah.
Sesuai dengan tema dari "KAMU AKU 2022" yang mengusung "Musik untuk Kebangkitan Indonesia Baru", dimana tema tersebut diharapkan bisa mendorong karya-karya musik tanah air dengan kearifan lokal kolaborasi dari instrumen etnik dan modern agar mampu membangkitkan industri musik dari seluruh pelosok daerah di Indonesia.
"Dengan kekompakan dan ketelitian dewan juri kami berharap karya-karya terbaik akan terpilih dan tampil di acara puncak. Dengan pengalaman dan kompetensi para dewan juri, tentunya proses pemilihan dari 50 karya terbaik ini benar-benar akan menghasilkan 15 karya terbaik," kata Dessy Ruhati.
Mohammad Amin selaku perwakilan dewan juri mengungkapkan, terdapat peningkatan kualitas dari karya-karya peserta KAMU AKU 2022, terutama dari kualitas sound (produksi suara/mixing). Namun di sisi lain, ia menilai ada kecenderungan keseragaman struktur dari karya-karya yang dikirimkan para komunitas.
"Apa yang terjadi saat ini kecenderungannya adalah patronisasi dari karya pemenang tahun lalu. Mulai dari komposisi, struktur, bagaimana membuat dinamika, keras dan lembut (suara), perubahan tempo, semua cenderung diikuti," kata Mohammad Amin.
Hal ini dikatakan Mohammad Amin sebagai hal yang biasa terjadi dalam dinamika kebudayaan, terlebih dalam kegiatan lomba. Karenanya ia menilai penting untuk dilakukan pengembangan sistem "KAMU AKU" mulai dari pra event, on event, dan pasca event dengan menguatkan kolaborasi berbagai pihak.
"Kita sudah merencanakan untuk membuat road to KAMU AKU ke daerah-daerah, menemui komunitas dan memberikan workshop dalam membuat karya," kata Mohammad Amin.
Sehingga akan menjadikan "KAMU AKU" sebagai ekosistem yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif berbasis digital, urban, dan akademik dengan pelaku ekonomi kreatif berbasis rural, komunal, dan tradisi.
"Yang kita harapkan adalah lokalitas karya, jadi kemampuan dia (komunitas/peserta) untuk berkreasi sesuai dengan kemampuan potensi lokalnya dan lokus di mana dia berada, itu yang mau kita cari. Referensi boleh, tapi jangan imitasi. Karena letak dari ekonomi kreatif itu salah satunya diferensiasi, bagaimana kita berbeda dengan menunjukkan kearifan lokal masing-masing," kata Mohammad Amin.
Berita Terkait
-
Dimeriahkan Musisi Ternama, Babak Grand Final KDI 2025 Digelar Malam Ini
-
Profil Amanda Lucson Finalis Puteri Indonesia 2026, Benarkah Usianya Terlalu Muda?
-
Indonesia Serius Garap Pariwisata Hijau, Kunci di Kualitas SDM
-
Menuju Grand Final: Inilah Daftar Finalis AXIS Nation Cup 2025
-
Wonderful Indonesia 2025: Branding Global, Investasi Lokal, dan Wisata Berkelanjutan
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Krisis Global, Pemerintah Minta Pegawai Swasta Juga WFH Usai Lebaran
-
Review The Darkest Minds: Anak Berkekuatan Super yang Diburu Pemerintah
-
Adab Bertamu saat Lebaran: Tetap Sopan dan Berkesan Tanpa Merepotkan Tuan Rumah
-
Daftar Promo Makanan Saat Lebaran 2026: Pizza, Ramen, dan Menu Favorit Lainnya
-
Menteri Airlangga: Belanja Masyarakat Selama Ramadan Dorong Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,5 Persen
-
Bolehkah Orang Tua Menggunakan THR Lebaran Anak? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Rekomendasi HP Rp4 Jutaan Terbaik, Pilihan Cerdas Upgrade Gadget Pakai Uang THR
-
Viral Bupati Situbondo Video Call dengan LC: Isi Percakapannya Mengejutkan!
-
11 Kata-Kata Gagal Mudik karena Kerja yang Lucu, Anti Baper buat Pelepas Rindu
-
Drama Korea Filing for Love Umumkan Jajaran Pemain, Siap Tayang 25 April