/
Jum'at, 17 Juni 2022 | 19:05 WIB
suara.com

Metro, Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak menyangka kalau program kartu Prakerja berhasil memberikan pelatihan kepada 12,8 juta peserta. Padahal menurutnya, program itu diluncurkan ketika kondisi Indonesia tengah terbatas akibat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jokowi menceritakan kalau program kartu Prakerja itu mulai berjalan pada 11 April 2021. Pada kondisi yang sama, Covid-19 tengah menyebar secara masif di Tanah Air.

"Bagaimana menyiapkan sebuah program tetapi suasananya adalah PSBB dan PPKM, bayangkan," kata Jokowi saat berpidato dalam acara pertemuan ribuan alumni Prakerja di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6/2022).

Jokowi kemudian mengapresiasi atas tingginya minat masyarakat untuk mengikuti program Prakerja itu. Dari data yang diperolehnya, tercatat sebanyak 115 juta orang mendaftar ke dalam program tersebut.

Dari ratusan juta, sebanyak 84 juta pendaftar lolos verifikasi. Hingga pada akhirnya sebanyak 12,8 juta orang berhasil menjadi peserta dan mendapatkan pelatihan dari pemerintah.

"Ini angka yang tidak kecil, 12,8 juta yang produktifitasnya meningkat, skillnya meningkat, pengalaman kerjanya karena pelatihan ini menjadi meningkat," ungkapnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menyampaikan kalau pelatihan melalui program Prakerja telah memberikan manfaat bagi para pesertanya. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 88,9 persen para peserta mengaku mendapatkan keterampilan yang lebih baik.

Jokowi lantas memberikan apresiasinya kembali lantaran kualitas sumber daya manusia (SDM) begitu penting untuk kemajuan sebuah negara.

Sumber : Suara.com

Load More