- Mahkamah Konstitusi menetapkan Jakarta tetap berstatus sebagai Ibu Kota Negara sebelum adanya Keputusan Presiden pemindahan secara resmi.
- Aktivis Zulkifli S. Ekomei mengkritik proyek IKN yang dinilai gegabah dan menggunakan dana APBN, bukan investasi asing.
- Putusan MK menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk mengevaluasi kelanjutan pembangunan IKN demi kepentingan nasional bangsa Indonesia.
Suara.com - Status IKN Nusantara kini makin tidak jelas setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan Jakarta tetap menyandang status Ibu Kota Negara (IKN) sebelum Keputusan Presiden (Keppres) pemindahan diterbitkan. Aktivis kebangsaan sekaligus penggugat Undang-Undang Ibu Kota Nusantara (UU IKN), Zulkifli S. Ekomei lantas angkat suara.
"Saya tetap bersyukur biarin saja ada orang ngomong kalah, buat saya nggak penting. Yang penting negara ini punya ibu kota. Dalam putusannya itu hakim mengatakan... sesuai dengan petitum saya bahwa menetapkan Jakarta tetap sebagai ibu kota negara Republik Indonesia," ujar Zulkifli dalam sebuah podcast Madilog di kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Sabtu (16/5/2026).
IKN: Proyek 'Gegabah tapi Terstruktur'
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli melontarkan kritik pedas terhadap pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Ia menyebut proyek tersebut dijalankan dengan cara yang tidak matang namun memiliki pola yang mencurigakan.
"Sejak awal saya bilang bahwa ini gegabah tapi terstruktur. Apa yang terstruktur itu? Korupsinya. Itu yang harus dibedah sebetulnya," tegasnya.
Ia juga menyoroti janji-janji manis pemerintah terdahulu pada masa kepemimpinan Presiden ke-7 Joko Widodo terkait investasi asing yang hingga kini dianggapnya belum terbukti secara nyata.
"Kebohongannya yang dulu dikatakan bahwa ini ada investor yang nanti datang, ternyata kan pakai APBN. Nah, itu yang saya peduli di situ makanya saya gugat biar jelas," tambahnya.
Menurut Zulkifli, belum diterbitkannya Keppres pemindahan ibu kota oleh Presiden Prabowo Subianto seharusnya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi total. Baginya, putusan MK ini adalah "jalan keluar" legal bagi pemerintahan baru untuk tidak melanjutkan beban kerusakan dari rezim sebelumnya.
"Ini momentum sebetulnya buat Presiden yang sekarang ini. Dengan keputusan MK, dia punya dasar hukum untuk tidak meneruskan pembangunan di IKN itu. Tapi ya terserah dia kan?" kata Zulkifli.
Baca Juga: Probo Ajak Publik Dewasa Melihat Kritik Amien Rais
Ia juga mempertanyakan komitmen Prabowo ke depan, apakah akan lebih mengutamakan rakyat atau sekadar menjaga hubungan baik dengan mantan presiden Jokowi.
"Buat saya lebih penting mana komitmen dia dengan rakyat pemilihnya dengan komitmen dia dengan mantan Presidennya? Ini taruhan besar buat Presiden Prabowo. Mau mana yang dipilih, demi kepentingan bangsanya atau kepentingan mantan Presiden ini?" imbuhnya.
Tak hanya pemerintah, Zulkifli juga menyayangkan sikap DPR RI yang dianggapnya "adem ayem" melihat ketidakpastian hukum mengenai status ibu kota ini. Ia khawatir, jika para wakil rakyat terus bungkam, masyarakat sendiri yang akan mengambil sikap.
"Masa nggak peduli sama sekali dengan kondisi-kondisi ketatanegaraan kita? Nggak ada yang keluar suara sama sekali dari Senayan itu. Saya khawatir rakyat mengambil sikap lho," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?
-
Prabowo Sebut Warga Desa Gak Pakai Dolar: Benarkah Aman dari Dampak Rupiah Melemah?
-
Tito Karnavian Dampingi Prabowo Luncurkan Operasional 1.061 KDKMP di Jawa Timur
-
Kentut Kosmopolitan: Catatan Nakal tentang Jakarta ala Seno Gumira Ajidarma
-
Pernyataan Prabowo Bikin Riuh, Sebut 'Mbak Titiek' Pusing Gara-gara Dolar
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun
-
MUTU Umumkan Private Placement Rp 29,9 Miliar, Incar Ekspansi Bisnis Karbon
-
Daftar Marketplace yang Bakal Beri Diskon Biaya Layanan 50 Persen
-
Asosiasi E-commerce hingga Pengusaha Dukung Purbaya Tarik Pajak Marketplace
-
Pegadaian Praya Dukung Infrastruktur Sekolah dan Edukasi Investasi Emas bagi Siswa
-
Berlaku Agustus 2026, DJP Klaim Pungutan ke Marketplace Bukan Pajak Baru
-
IHSG Akhirnya Perkasa ke Level 5.695 Hari Ini