Metro, Suara.com - Polisi di ibu kota Turki membubarkan pawai LGBTQ Pride pada Selasa (5/7) dan menahan puluhan orang.
Sebelumnya pihak berwenang Turki telah melarang acara LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, queer), tetapi sekitar 50 orang yang memegang bendera pelangi tetap berjalan menuju taman utama untuk menandai akhir Juni yang diasosiasikan sebagai Bulan Kebanggaan atau Pride Month.
Petugas polisi mencegah kelompok itu mencapai taman, menahan para peserta di jalan yang sibuk di pusat Kota Ankara. Beberapa pengunjuk rasa dipaksa turun, membuat marah orang yang lewat yang mencoba untuk campur tangan secara fisik atau memohon kepada polisi agar membiarkan mereka pergi. Petugas berpakaian preman terlihat mendorong mereka. Penyelenggara mengatakan sedikitnya 30 orang ditahan.
Sekelompok kecil umat Islam yang menganggap komunitas LGBTQ sebagai ancaman, mengadakan demonstrasi tandingan di dekat taman.Turki sebelumnya adalah salah satu dari sedikit negara mayoritas Muslim yang mengizinkan pawai Kebanggaan atau Pride berlangsung. Pawai pertama diadakan pada tahun 2003, setahun setelah partai Presiden Recep Tayyip Erdogan berkuasa.
Beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menggunakan pendekatan yang keras terhadap acara-acara publik oleh kelompok-kelompok yang tidak mewakili pandangan agamanya yang konservatif. Sejumlah besar penangkapan dan penggunaan gas air mata dan pelet plastik oleh polisi mengiringi sejumlah acara Pride. Lebih dari 300 orang LGBTQ ditahan menyusul larangan acara Pride di Istanbul akhir bulan lalu
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Imigrasi Sumut Tingkatkan Pengawasan Sampai ke Desa, Pimpasa Jadi Garda Pencegahan TPPO dan TPPM
-
Subsidi Energi 2027 Membengkak, Beban APBN Makin Berat
-
Disorot Jadi Biang Polusi Jakarta, Banten Siapkan Langkah Tekan Emisi PLTU Suralaya
-
Qlola New Skin Bawa Pengalaman Digital Baru, BRI Perkuat Konektivitas Layanan Bisnis
-
Hyundai Ioniq 5 Tuai Polemik, Ini Rekomendasi Mobil Listrik 200 Jutaan Terbaik
-
Breaking News! Persija Jakarta Punya Mesin Gol Baru, Alexander Jeremejeff
-
Donasi NTT Masih Berjalan, Melanie Subono Menuju Kebakaran Hutan Kalimantan
-
49.000 Rumah Murah Milik BUMN Diobral, Bunganya Hanya 2,75%
-
Gaji Imut, Pengeluaran Maut: Dilema Anak Muda dengan Pendapatan Pas-pasan
-
Gugatan Praperadilan Dokter Tifa Kandas di PN Jaksel, Ini Penyebabnya